#penemuanmayat

ASN Lamtim yang Tewas Tergantung 2 Kali Diperiksa Sebagai Saksi Korupsi

( kata)
ASN Lamtim yang Tewas Tergantung 2 Kali Diperiksa Sebagai Saksi Korupsi
Rumah duka aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Lampung Timur (Lamtim), berinisial HS (50), ditemukan tewas tergantung di batang pohon pinggiran anak sungai Batanghari. Lampost.co/Bambang


Metro (Lampost.co) – Seorang aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Lampung Timur (Lamtim), berinisial HS (50), ditemukan tewas tergantung di batang pohon pinggiran anak sungai Batanghari, Minggu, 18 September 2022.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, HS mendapati dua kali pemeriksaan sebagai saksi kasus korupsi uang ganti rugi untung tanam tumbuh proyek Bendungan Marga Tiga, Lamtim.

Menantu HS, Fauzi (30), mengaku pihak keluarga tidak memiliki pesan apapun dari mertuanya itu sebelum meninggal dunia. Namun, ayahnya itu sempat sakit pada Kamis, 15 September 2022.

"Kami tidak tahu kalau bapak ada masalah atau tidak. Tapi, firasat dan kecurigaan muncul pada Rabu karena bapak pikirannya kosong dan hanya melamun," kata Fauzi, saat ditemui di kediamannya, Kamis, 22 September 2022.

Baca juga: ASN Lamtim Saksi Kasus Korupsi Bendungan Marga Tiga Tewas Tergantung

Kemudian, ibu mertuanya menemukan sepucuk surat pemanggilan HS sebagai saksi di Polres Lamtim. Panggilan pemeriksaan itu menjadi yang kedua dijalani mertuanya. Lalu ayahnya berpamitan untuk pergi ke Polres Lampung Timur guna memenuhi panggilan sebagai saksi.

“Tapi, keluarga tidak ada pikiran aneh-aneh," ujarnya.

Setelah pamitan itu, keluarga tidak mendapatkan kontak lagi walaupun status teleponnya berdering. "Ternyata kami mendapatkan kabar bapak sudah tidak ada," ujarnya.

Dia mengaku pihak keluarga tidak mengetahui permasalahan terkait pemanggilan ke Polres itu. Namun, pemanggilan saksi di Polres itu turut dijalani rekan kerja orang tuanya.

"Bapak sama sekali gak pernah cerita dan baru tahu karena menemukan surat panggilan di tas bapak. Almarhum itu orangnya gak tahan pusing dan kalau ada masalah tidak pernah cerita ke keluarga, hanya dipendam sendiri," kata dia.

Effran Kurniawan








Berita Terkait



Komentar