#asn#nataru

ASN Lampura Dilarang Cuti Jelang Nataru

( kata)
ASN Lampura Dilarang Cuti Jelang Nataru
Sekdakab Lampura, Lekok saat memberikan potongan nasi tumpeng usai upacara peringatan HUT Korpri ke-50 di lapangan Pemkab setempat, 29 November 2021. Lampost.co/Fajar Nofitra


Kotabumi (Lampost.co) -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Utara (Lampura) meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tetap bertugas jelang Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Pasalnya, pemerintah pusat telah melarang ASN cuti selama 24 November 2021 hingga 2 Januari 2022 demi mencegah penularan covid-19 akibat meningkatnya mobilitas di masyarakat.  

"Saya menegaskan kepada ASN untuk tidak libur dan mengambil cuti menjelang Nataru," kata Sekdakab Lampura, Lekok, Senin, 29 November 2021.

Baca: BKN Tegaskan ASN Tidak Cuti Saat Libur Nataru

 

Pelarangan ini, kata dia, menjadi penting demi mendukung program pemerintah dalam rangka mengantisipasi lonjakan kasus seperti pada libur akhir tahun sebelumnya. 

"Larangan cuti jelang Nataru ini sesuai kebijakan pemerintah," terangnya.

Meskipun begitu, berembus kabar tentang adanya ASN di Lampura yang mengambil cuti tanpa melalui prosedur yang berlaku.  

"Sebenarnya sudah sesuai aturan. Suratnya ada dengan alasan kepentingan yang tak dapat ditinggalkan. Sehingga memilih cuti agar tidak mengganggu pekerjaan yang ada," timpalnya.

Berdasarkan pantauan, Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Lampura tampak lengang. Kepala Dinas terkait tidak ada di tempat karena cuti sampai 16 Desember 2021 dengan alasan mendampingi istri yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Lampung melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) mengambil cuti pada liburan natal dan tahun baru 2022 (nataru). Sekdaprov Lampung Fahrizal Darminto meminta kepala OPD tidak serta merta memberikan izin pada hari libur nataru tersebut.

“Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) tidak memberikan izin kepada ASN yang meminta izin cuti liburan, kecuali keperluan dan kebutuan mendesak akan dipertimbangkan,” kata Fahrizal Darminto di Bandar Lampung, Kamis (28/10).

Dia menjelaskan, kebutuhan dan keperluan mendesak yang diajukan ASN untuk cuti atau libur yakni kematian, keluarga sakit, dan hal mendesak lainnya akan mendapat pertimbangan khusus. Menurut dia, larangan ASN cuti atau liburan pada nataru tersebut untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Lampung.
 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar