#pasarshopping#beritametro

Asisten II: Poin Adendum III Kerja Sama Nolimax Jaya dan Pemkot Metro Berkurang

( kata)
Asisten II: Poin Adendum III Kerja Sama Nolimax Jaya dan Pemkot Metro Berkurang
Asisten II Pemerintahan Kota Metro, Yeri Ehwan saat ditemui lampost.co di sekretariat Pemkot Metro. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co): Paguyuban pedagang Pasar Shopping dan pedagang kaki lima (PKL) meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Metro untuk menyampaikan poin-poin adendum III.

"Saya takut salah loh, teknis banget soal itu. Intinya poin-poin yang kasat seperti itu isi adendum lll," kata Asisten ll Pemerintah Kota Metro, Yeri Ehwan, Jumat, 18 September 2020.

Dia mengaku adendum lll sudah ada di September tahun 2019. Terkait poin dari adendum III, dia menyebutkan luasan kerja sama antara PT Nolimax Jaya dan Pemkot Metro berkurang.

"Intinya itu. Seperti objek kawasan kerja sama antara Pemerintah Kota Metro dan PT Nolimax Jaya berkurang sekitar satu hektar. Lokasi parkir Cenderawasih dikembalikan oleh Pemkot termasuk Pasar Shopping. Lokasi bangun Shopping dikembalikan Pemkot. Kalau untuk lokasi parkiran yang dikelola PT Nolimax Jaya akan dibangun," kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdaganan Kota Metro Leo M Hutabarat enggan memberikan informasi terkait poin-poin yang ada di perjanjian adendum lll pemerintah Kota Metro dengan PT Nolimax Jaya.

Leo mengatakan untuk adedum lll sudah lama diterbitkan pemerintah Kota Metro. Namun, sementara ini ada beberapa poin dibahas oleh Forkompinda Kota Metro.

"Nantilah, ini masih kita bahas. Nanti kalau sudah kelar dibahas akan kita beritahukan, paparkan dalam poin-poin itu," kata dia. 

Para pedagang yang tergabung dalam paguyuban pedagang Pasar Shopping dan pedagang kaki lima (PKL) sangat mendukung adanya pembangunan terutama pembangunan pasar shopping yang sifatnya dapat meningkatkan PAD Kota Metro.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar