#narapidana

Asimilasi Tiga Narapidana di Lampung Resmi Dicabut

( kata)
Asimilasi Tiga Narapidana di Lampung Resmi Dicabut
Ilustrasi. Lampost.co


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Sejumlah napi yang menerima program Asimilasi Covid-19 kembali berurusan dengan polisi pascadibebaskan Kanwil Kemenkumham Lampung. Pembebasan tersebut berdasarkan Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asmilasi dan Hak Integrasi bagi Narapidana dan Anak serta Kepmenkumham nomor M.HH.19.PK.01.04.04 Th 2020 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui Ssimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19.

Berdasarkan catatan dan penelusuran Lampost.co, setidaknya ada 4 napi yang kembali berurusan dengan hukum, seperti penganiayaan, pungli, hingga dugaan pembunuhan.

Pertama yakni, Sofian, warga Telukbetung Timur, yang menganiaya anggota Polres Pringsewu Brigadir AAW, pada Selasa, 21 April 2020, di Jalan Zulkarnain Subing, Telukbetung Timur. Sofian merupakan napi asimilasi dari LP Narkotika Kelas II A Bandar Lampung

Kemudian dua pelaku pungli sopir truk berinisial YEP dan DI, keduanya ditangkap bersama dua rekannya pada Rabu, 29 Agustus 2020 oleh Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) 308 Polres Lampung Tengah. Aksi pungli YEP dan DI viral di sosial media. YEP dan DI merupakan napi asimilasi dari LP kelas II B Gunungsugih pada 4 April yang lalu.

Selanjutnya, Muhammad Arifin, napi LP Kelas II Metro, yang ditangkap Polsek Abung Timur karena melakukan pembunuhan di Lampung Utara. Dia mendapatkan asimilasi pada 4 April 2020 dan ditangkap pada 20 April 2020.

Kepala Bidang Pelayanan Tahanan, Kesehatan, Rehabilitasi, Pengelolaan Benda Sitaan, Barang Rampasan Negara dan Keamanan Kanwil Kemenkumham Lampung Heru Suprijowinardi mengatakan beberapa sudah dilakukan proses pendataan dan bahkan sudah ada yang resmi asimilasi dicabut, salah satunya Muhammad Arifin.

Dia menambahkan dua narapidana asimilasi kembali terlibat pidana. Keduanya adalah Erik, napi LP Kelas II B Gunungsugih, yang ditangkap Polsek Natar pada 10 April karena melakukan pencurian toko Aki. Kemudian Geri juga dari LP Kelas II B Gunungsugih yang ditangkap Polres Lampung Tengah, lantaran terkait kasus pencurian.

"Total sudah ada 3 narapidana yang awalnya mendapatkan asimilasi, namun resmi dicabut," ujarnya, Senin 4 Mei 2020.

Terkait napi yang dipaparkan Lampost.co, dia juga sudah mendapatkan informasi tersebut. Namun, saat ini sedang dalam proses pencabutan lewat koordinasi antara Bapas dan kepolisian. "Kalau yang lain sedang dalam proses," katanya.

Berdasarkan catatan Lampost.co dan data Kanwil Kemenkumham Lampung total 6 napi penerima asimilasi yang kembali berulah, tapi baru 3 yang asimilasinya resmi dicabut.

Kakanwil Kemenkumham Lampung Nofli, memastikan semua narapidana penerima asimilasi yang terlibat tindak pidana kembali bakal ditindak tegas dengan mencabut kembali asimilasi yang telah didapat.

Hal itu sesuai dengan SE Dirjen Pemasyarakatan nomor PAS-516.PK.01.04.06 Tahun 2020 tanggal 2 April 2020 tentang Mekanisme Pelaksanaan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 10 Tahun 2020 angka 8 huruf (a), bagi narapidana dan anak yang melakukan pelanggaran syarat umum (melakukan pelanggaran hukum kembali dan ditetapkan sebagai tersangka/terpidana) dan /atau syarat khusus asimilasi, maka kepala Bapas dapat melakukan pencabutan sementara dan mengusulkan pencabutan secara definitif kepada kalapas/karutan/kaLPKA untuk mencabut secara tetap dan selama menjalani asimilasi tidak dihitung menjalani pidana dan proses usulan integrasinya dibatalkan.

"Setelah kembali ke lapas tidak akan diberikan pembinaan asimilasi integrasi (PB, CMB, CB) dan ditempatkan di straf cell. Semua yang melakukan tindak pidana pengulangan pasti dicabut," katanya.

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar