#asimilasi#viruscorona#narapidana#beritalampung

Berulah, Asimilasi 8 Narapidana Dicabut

( kata)
Berulah, Asimilasi 8 Narapidana Dicabut
Ilustrasi. Foto: Google Images


Bandar Lampung (Lampost.co): Kanwil Kemenkumham Lampung sedikitnya telah mencabut secara resmi program asimilasi beberapa warga binaan di Lampung. Berdasarkan data dari Kanwil Kemenkumham Lampung, tercatat sudah ada 8 narapidana penerima asimilasi covid-19 dicabut.

Rinciannya Muhammad Arifin yang diawasi Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Kotabumi, terlibat tindak pidana pengeroyokan dan ditahan di Polres Lampung Utara. Selanjutnya, Gely Saputra yang diawasi Bapas Kelas II Metro terlibat tindak pidana pencurian tengah ditahan di Polres Lampung Tengah. Erik Januarsah, yang diawasi Bapas Kelas II Metro, terlibat tindak pidna pencurian, kini ditahan di Polsek Natar. Yus Aksa, yang diawasi Bapas Kelas II Metro, terlibat tindak pidana pemerasan (pungli sopir Jalinteng) ditahan di Polres Lampung Tengah. Dedi Irawan, yang diawasi Bapas Kelas II Metro, terlibat tindak pidana pemerasan (pungli sopir di Jalinteng), ditahan di Polres Lampung Tengah.

Kemudian, Andra Susanto, yang diawasi Bapas Kelas II Metro, terlibat kasus pencabulan, ditahan di Polsek Bandar Sribawono. Selanjutnya, Sopian, yang berada di bawah pengawasan Bapas Kelas II Bandar Lampung, terlibat tindak pidana penganiayaan (pengeroyokan anggota Polres Pringsewu), ditahan di Mapolresta Bandar Lampung. Rahman Agung, dibawah pengawasan Bapas Kelas II Metro, terlibat tindak pidana pencurian dan asusila, ditahan Polsek Terbanggi Besar.

Kakanwil Kemenkumham Lampung Nofli mengatakan seluruh napi penerima asimilasi covid-19 yang terlibat tindak pidana kembali, bakal ditindak secara tegas dengan mencabut kembali asimilasi yang telah didapat.

Hal itu, sesuai dengan SE Dirjen Pemasyarakatan Nomor PAS-516.PK.01.04.06 Tahun 2020 tertanggal 2 April 2020 tentang Mekanisme Pelaksanaan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak Dalam Rangka Pencegaan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19 untuk mencabut secara tetap dan selama menjalani asimilasi tidak dihitung menjalani pidana dan proses usulan integrasinya dibatalkan.

"Berdasarkan data dari bidang pelayanan tahanan, sudah ada 8 yang dicabut asimilasinya. Semua pasti saya tindak tegas, akan tetapi jika membandingkan dengan jumlah napi penerima asimilasi covid 19, tentu persentasenya hanya sekitar 0,03 atau 0,04. Tapi tetap jadi konsentrasi kita memberi sanksi dan melakukan pembinaan," ujar Nofli, Senin, 18 Mei 2020.

Sementara Kadivas Kanwil Kemenkumham Lampung Farid mengatakan upaya pencegahan dan pengawasan telah dilakukan oleh fungsi Bapas.

"Selain Bapas, kami juga sudah berikan semua data napi penerima asimilasi covid-19 ke seluruh jajaran kepolisian, kejaksaan, hingga Binda (BIN daerah), agar ada pengawasan untuk mengantisipasi adanya tindak pidana, hingga membantu aparat kepolisian mencari data pelaku," katanya.

Kepala Bidang Pelayanan Tahanan, Kesehatan, Rehabilitasi, Pengelolaan Benda Sitaan, Barang Rampasan Negara dan Keamanan, Kanwil Kemenkumham Lampung, Heru Suprijowinardi, mengatakan hingga saat ini baru 8 napi yang resmi dicabut asimilasi.

"Untuk temuan yang lain belum ada yang masuk. Kalau memang ada, mungkin dalam proses. Sejauh ini sih baru 8 itu, dan resmi kita cabut," katanya.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar