#mudiklebaran#arusmudik#arusbalik#lebaran2019

ASDP: Antrean Kendaraan di Pelabuhan Bakauheni Penyebabnya Karena Sistem Baru

( kata)
ASDP: Antrean Kendaraan di Pelabuhan Bakauheni Penyebabnya Karena Sistem Baru
Antrean penumpang menuju dermaga di pelabuhan Bakauheni. Lampost.co/Perdhana

KALIANDA (Lampost.co) -- Kemacetan ribuan kendaraan yang hendak masuk ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, terjadi pada arus balik H+4 Lebaran 2019 atau Idulfitri 1440 H.

Berdasarkan pantauan Lampost.co, kemacetan ribuan kendaraan mencapai 6 km di jalan lintas Sumatera (Jalinsum) menuju Pelabuhan Bakauheni.

Kendaraan roda empat dan sepeda motor mengular dua jalur di Jalinsum menuju pelabuhan Bakauheni. Sedangkan di jalur Jalinsum menuju Bandar Lampung tidak begitu ramai kendaraan. Antrean kendaraan roda empat juga terjadi di ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang hendak menuju pelabuhan Bakauheni.

Salah satu titik kemacetan di persimpangan Jalinsum menuju jalan lintas Timur (Jalintim), tampak petugas mengatur kendaraan dengan buka tutup untuk menuju pelabuhan Bakauheni. 

Selanjutnya, antrian terjadi di tempat pembelian tiket kendaraan yang berada di dalam pelabuhan Bakauheni, sebelum menuju kapal. 

Banyak pemudik jalan kaki turun dari bus tumpangannya dan melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Bakauheni menggunakan jasa ojek. "Hampir dua jam, bus tidak jalan, saya buru buru, kebetulan ada ojek," kata Slamet (33) salah seorang pemudik, Minggu (9/6/2019).

Selain antrean kendaraan, terjadi pula penumpukan pemudik pejalan kaki yang hendak membeli tiket penyeberangan. 

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi mengatakan ada beberapa fasilitas di pelabuhan Bakauheni itu terdapat program baru di bagian Print Tiket, sehingga menyebabkan lambannya pergerakan penumpang yang hendak menuju kapal. "Kami telah menerima masukan bahwa sistem yang di gunakan adalah sistem baru, untuk itu kami akan perbaiki secepat nya, supaya para penumpang yang datang tidak lagi harus menunggu," kata dia. 

Dikatakannya, puncak arus balik Lebaran tahun 2019 telah terjadi sejak Sabtu Malam (8/6/2019) kemarin. Jumlah pengguna jasa penyebrangan telah mengalami perubahan Signifikan dari hari sebelumnya. 

Hingga tadi malam, kata dia, tercatat jumlah penumpang telah mengalami perubahan signifikan, terutama pada kendaraan roda empat yang mencapai 43%, kendaraan roda dua mencapai 42%, kemudian penumpang pejalan kaki mencapai meningkat hingga 10%.

Perdhana Wibisono

Berita Terkait

Komentar