#ekonomi#ekspor

AS Tujuan Terbesar Ekspor Komoditas Lampung 

( kata)
AS Tujuan Terbesar Ekspor Komoditas Lampung 
Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi. Dok.


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) yang menampilkan kompetisi antara Joe Biden dari Partai Demokrat dan Donald Trump dari Partai Republik diharapkan bisa berdampak positif bagi perekonomian Lampung. Apalagi sesuai laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, negara utama tujuan ekspor Lampung pada September 2020 adalah Amerika Serikat dengan nilai mencapai US$49,09 juta

Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi mengatakan pihaknya terus berusaha untuk menghidupkan geliat ekonomi kerakyatan dan ekspor impor. Apalagi potensi-potensi hasil pertanian secara umum di Lampung memiliki nilai yang baik di mata dunia. Walau saat ini dalam posisi darurat kesehatan, langkah-langkah untuk membangkitkan perekonomian terus dilakukan.

"Kita terus berusaha membuat ekonomi bangkit meskipun di tengah pandemi. Perluasan peningkatan produktivitas pertanian terus dilakukan. Pertanian kita mendunia," kata Arinal, Jumat, 6 November 2020.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lampung, Satria Alam menambahkan selama pandemi Covid-19 ekspor impor Lampung menunjukkan angka peningkatan yang baik. Sesuai neraca perdagangan pada September 2020, Lampung surplus US$142,34 juta. Komoditas ekspor terbesar yakni lemak dan minyak hewan/nabati 78,83 US$. Kemudian kopi, teh, dan rempah-rempah 56,68 US$. Olahan dari buah/sayuran 28,94 US$. Ampas/sisa industri makanan 21,43 US$, dan batu bara 16,26 US$.

Untuk ekspor lima negara terbesar, yakni Amerika Serikat 49,09. Kemudian disusul Tiongkok (33,63), Italia (29,83), India (24,00), dan Belanda (17,19). 

"Alhamdulillah Lampung surplus meningkat perekonomiannya. Sinergisitas terus dilakukan sehingga bisa memacu ekspor kita agar meningkat. Kalau tidak salah untuk Amerika paling banyak kopi yang kita kirim ke sana. Ke depan kita tidak hanya mengekspor bahan mentah tapi sudah berupa barang jadi karena bisa meningkatkan tenaga kerja, nilai tambah semua komoditas lokal dan terus mencari pasar baru," katanya.

Sesuai data BPS Lampung, nilai ekspor Lampung pada September 2020 mencapai US$283,86 juta, meningkat US$76,49 juta atau naik 36,89 persen dibanding ekspor Agustus 2020 yang tercatat US$207,37 juta. Nilai ekspor September 2020 ini jika dibandingkan dengan September 2019 yang tercatat US$273,15 juta, meningkat US$10,71 juta atau naik 3,92 persen.

Sepuluh golongan barang utama ekspor Lampung pada September 2020 adalah lemak dan minyak hewan/nabati; kopi, teh, rempah-rempah; olahan dari buah-buahan/sayuran; ampas/sisa industri makanan; batu bara; bubur kayu/pulp; daging dan ikan olahan; gula dan kembang gula; ikan dan udang; serta karet dan barang dari karet.

Peningkatan ekspor September 2020 terhadap Agustus 2020 terjadi pada sembilan golongan barang utama, yaitu lemak dan minyak hewan/nabati naik 42,88 persen; kopi, teh, rempah-rempah naik 50,71 persen; olahan dari buah-buahan/sayuran naik 12,28 persen; ampas/sisa industri makanan naik 228,83 persen; bubur kayu/pulp naik 14,80 persen; daging dan ikan olahan naik 6,72 persen; gula dan kembang gula naik 73,69 persen; ikan dan udang naik 12,36 persen; serta karet dan barang dari karet naik 12,20 persen. Sedangkan yang menurun adalah batu bara 20,45 persen.

Negara utama tujuan ekspor  Lampung pada September 2020 adalah Amerika Serikat yang mencapai US$49,09 juta, Tiongkok US$33,63 juta, Italia US$29,83 juta, India US$24,00 juta, Belanda US$17,19 juta, Pakistan US$12,53 juta, Inggris US$12,44 juta, Selandia Baru US$12,26 juta, Vietnam US$11,80 juta, dan Filipina US$8,53 juta. Peranan kesepuluh negara tersebut mencapai 74,44 persen.

Ekspor menurut sektor pada September 2020 dibanding Agustus 2020 untuk sektor pertanian dan industri pengolahan meningkat. Produk pertanian naik 51,31 persen dan produk industri pengolahan naik 41,05 persen. Sementara produk pertambangan dan lainnya turun 20,48 persen.

Jika dibandingkan dengan September 2019, produk pertambangan dan lainnya turun 29,96 persen, sedangkan produk industri pengolahan naik 17,65 persen, dan produk pertanian naik 18,16 persen. Ekspor menurut sektor selama Januari-September 2020 dibandingkan Januari-September 2019, produk industri pengolahan dan produk pertanian naik masing-masing 7,85 persen dan 2,43 persen, sedangkan produk pertambangan dan lainnya turun 45,94 persen.)

Muharram Candra Lugina







Berita Terkait



Komentar