#internasional#virus-korora#wuhan

AS Sempat Tawarkan Bantuan Atasi Virus Korona ke Tiongkok

( kata)
AS Sempat Tawarkan Bantuan Atasi Virus Korona ke Tiongkok
Warga di Wuhan harus menerima kenyataan kota mereka diisolir karena wabah Virus Korona. Foto: AFP

WUHAN (Lampost.co) -- Staf Konsulat Amerika Serikat dan warga Amerika lainnya di Wuhan segera dievakuasi ke California pada Rabu ketika jumlah kematian meningkat menjadi 106 dari virus corona baru yang menyebar seantero Tiongkok.

Di AS sendiri, Menteri Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan Alex Azar pada Selasa mengatakan bahwa jumlah kasus tetap lima korban, tanpa kematian. Para peneliti masih berupaya memastikan masa inkubasi virus dan seberapa mudah itu dapat disebarkan oleh orang yang terinfeksi yang belum mengalami gejala, katanya.

"Ini ancaman yang berpotensi sangat serius, tetapi saat ini warga Amerika seharusnya tidak khawatir untuk keselamatan mereka sendiri," kata Azar.

"Ini adalah situasi yang bergerak sangat cepat, terus berubah," sambungnya.

Azar mengatakan pejabat kesehatan AS telah berulang kali menawarkan untuk mengirim tim dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) ke Tiongkok untuk membantu. Dia katakan pembicaraan dengan pejabat kesehatan Tiongkok positif dan dia berharap bahwa rencana dapat dibuat.

Dia mungkin mendapatkan keinginannya. Badan Kesehatan Dunia mengumumkan bahwa Tiongkok setuju mengizinkan para pakar internasional mengunjungi Tiongkok "sesegera mungkin" demi membantu memajukan pemahaman tentang wabah dan untuk memandu respons global.

"Lebih banyak kerja sama dan transparansi adalah langkah paling penting yang dapat Anda ambil menuju tanggapan yang lebih efektif," kata Azar, dinukil dari USA Today, Kamis, 30 Januari 2020.

Wuhan, sebuah kota berpenduduk 11 juta di provinsi Hubei, Tiongkok tengah, adalah pusat penyebaran penyakit tersebut. Kota ini menjadi satu dari lebih dari selusin di bawah penguncian ketat ketika pemerintah berjuang menahan virus.

Kementerian Luar Negeri AS menyebutkan perusahaan, membayar warga negara AS ke penerbangan sewaan meninggalkan Bandara Internasional Wuhan Tianhe menuju Ontario, California.

"Kapasitas ini sangat terbatas dan jika ada kemampuan yang tidak memadai untuk mengangkut semua orang yang menyatakan minat, prioritas akan diberikan kepada individu yang berisiko lebih besar dari coronavirus," kata Kemenlu AS dalam sebuah pernyataan.

Sekitar 1.000 orang Amerika diyakini berada di Wuhan, meskipun tidak semua ingin pergi. Beberapa menikah dengan warga negara Tiongkok, yang tidak memenuhi syarat untuk penerbangan, yang dijadwalkan membawa sekitar 240 penumpang dan awak.

Kemenlu AS mengatakan sedang bekerja dengan pejabat Tiongkok guna mengidentifikasi rute alternatif bagi warga AS untuk meninggalkan Wuhan.

Penumpang yang diangkut di pesawat akan diperiksa kesehatannya sebelum naik. Penerbangan akan mengisi bahan bakar di Anchorage, Alaska, dan Departemen Kesehatan negara bagian itu mengatakan siapa pun yang tampak sakit tidak akan diizinkan naik pesawat. Penumpang kemudian akan berputar "berkali-kali" selama penerbangan dan kembali di Alaska sebelum melanjutkan ke California, kata departemen itu dalam sebuah pernyataan.

Azar mengatakan belum ditentukan apakah para penumpang akan menghadapi karantina saat tiba di California.

Uni Eropa mengatakan akan mengirim dua pesawat untuk mengevakuasi warga Eropa, kebanyakan Prancis, dari daerah Wuhan. Inggris mengatur penerbangan untuk beberapa warganya, Korea Selatan adalah di antara negara-negara lain yang mengatur atau mempertimbangkan penerbangan evakuasi bagi warganya, sementara Jepang berhasil membawa 200 warganya kembali ke Tokyo.

 

 

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar