#internasional#kesehatan#virus-korona#covid-19

AS Peringkat Teratas Dunia Kasus Covid-19, Wall Street Ambruk

( kata)
AS Peringkat Teratas Dunia Kasus Covid-19, Wall Street Ambruk
Ilustrasi. FOTO: AFP

New York (Lampost.co) -- Bursa saham Amerika Serikat (AS) ambruk pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB) di tengah penyebaran virus korona yang tumbuh cepat di AS. Tidak hanya menginfeksi banyak orang di AS, covid-19 juga memberikan dampak negatif terhadap aktivitas perekonomian di negara itu.

Mengutip Xinhua, Sabtu, 28 Maret 2020, indeks Dow Jones Industrial Average merosot sebanyak 915,39 poin atau 4,06 persen menjadi 21.636,78. Sedangkan S&P 500 turun 88,60 poin atau 3,37 persen menjadi 2.541,47. Sementara indeks Nasdaq Composite turun 295,16 poin atau 3,79 persen menjadi 7.502,38.

Sebanyak 10 dari 11 sektor S&P 500 utama diperdagangkan lebih rendah, dengan sektor energi turun 6,93 persen, menjadi kelompok berkinerja terburuk. Utilitas naik 0,53 persen, satu-satunya pemenang di antara sektor-sektor. Adapun AS menjadi negara dengan kasus covid-19 terbanyak di dunia pada Kamis sore waktu AS Timur, menurut Johns Hopkins University.

Data dari Pusat Sains dan Teknik Sistem menunjukkan pada pukul 2:00 siang Waktu Bagian Timur AS, tercatat ada 94.238 kasus yang dikonfirmasi di Amerika Serikat, dengan 1.438 kematian. Bahkan, sejumlah orang Amerika secara mengejutkan mengajukan tunjangan pengangguran pekan lalu karena wabah virus korona.

Klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, tercatat sebanyak 3.283.000 dalam pekan yang berakhir 21 Maret, meningkat sebanyak 3.001.000 dari tingkat revisi pekan sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja melaporkan. Kondisi ini tentu harus diperhatikan agar tidak memberikan efek negatif.

Sementara itu, Dewan Perwakilan AS pada Jumat waktu setempat menyetujui paket bantuan senilai USD2,2 triliun -yang terbesar dalam sejarah Amerika- untuk membantu warga dan bisnis mengatasi kemerosotan ekonomi yang ditimbulkan oleh wabah virus korona.

Di sisi lain, Amerika Serikat dan Tiongkok sepakat untuk bekerja sama lebih erat dalam mengatasi penyebaran virus korona atau covid-19. Pasalnya dalam sehari, jumlah infeksi di AS melampaui Tiongkok. "Tiongkok telah melalui banyak dan telah mengembangkan pemahaman yang kuat tentang virus. Kami bekerja sama dengan erat. Penuh hormat!" kata Trump.

Trump mengatakan dia telah berbicara dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping dengan sangat rinci mengenai pandemi covid-19 ini. Virus tersebut telah menewaskan lebih dari 24 ribu orang secara global.

Percakapan di telepon tersebut dilakukan usai kedua kepala negara mengikuti pertemuan konferensi video para pemimpin G20. Dalam pertemuan virtual itu, Xi memberikan pidato yang menyerukan kerja sama internasional yang lebih besar.

Bambang Pamungkas



Berita Terkait



Komentar