#ARABSAUDI#RUDAL#YAMAN#PERANG

AS Dukung Arab Saudi Atasi Krisis di Yaman

( kata)
AS Dukung Arab Saudi Atasi Krisis di Yaman
Ilustrasi: Pixabay.com


Washington (Lampost.co) -- Presiden Amerika Serikat(AS) Joe Biden mendukung Arab Saudi secara diplomatik dalam menyelesaikan krisis di Yaman. Pada pidato luar negerinya soal krisis Yaman tersebut, Biden juga menyatakan AS mengakhiri dukungan terhadap kebijakan militer di Arab Saudi. 

"Kami mengakhiri semua dukungan Amerika untuk operasi ofensif dalam perang di Yaman, termasuk penjualan senjata yang relevan," kata Biden Kamis, 4 Februari 2021, dalam pidato besar pertamanya tentang urusan luar negeri.

Meski demikian, AS tetap akan membantu Arab Saudi untuk mempertahankan wilayah dan rakyatnya ketika Arab Saudi menghadapi serangan rudal dan serangan lain dari pasukan pasokan Iran di banyak negara. 


Menanggapi hal itu, Arab Saudi menegaskan kembali pentingnya solusi politik yang komprehensif di Yaman. Media pemerintah setempat melaporkan, kerajaan telah menegaskan posisi tegasnya dalam mendukung solusi politik yang komprehensif untuk krisis Yaman.

"Kami menyambut baik penekanan AS pada pentingnya mendukung upaya diplomatik untuk menyelesaikan krisis Yaman," demikian laporan resmi Saudi Press Agency pada Jumat, 5 Februari 2021.

Arab Saudi juga menyambut baik komitmen Biden untuk bekerja sama dengan kerajaan untuk mempertahankan kedaulatannya dan melawan ancaman terhadapnya. Namun, pernyataan itu tidak membahas janji Biden untuk menghentikan dukungan AS untuk operasi ofensif yang dipimpin Saudi di Yaman. 

Arab Saudi telah berulang kali diserang rudal atau drone dari pemberontak Huthi di negara tetangga Yaman. Arab Saudi telah memimpin intervensi militer terhadap kaum Huthi sejak 2015, tetapi konflik tidak menunjukkan tanda-tanda mereda sejak itu. Arab Saudi telah berulang kali menuduh saingan regional Iran memasok senjata canggih kepada Huthis, tuduhan yang dibantah oleh Teheran. Puluhan ribu orang, kebanyakan warga sipil, telah tewas dan jutaan mengungsi dalam perang Yaman, yang oleh PBB disebut sebagai bencana kemanusiaan terburuk di dunia.

MI







Berita Terkait



Komentar