#Bakauheni#ASDP

Arus Penyeberangan Bakauheni-Merak selama Libur Panjang Landai

( kata)
Arus Penyeberangan Bakauheni-Merak selama Libur Panjang Landai
Libur panjang peringatan Isra Mikraj Nabi Muhamad SAW dan hari Raya Nyepi Tahun Saka 1943, arus penyeberangan di Pelabuhan Bakauheni terlihat normal, tidak ada lonjakan yang signifikan, Minggu, 14 Maret 2021. Lampost.co/ Aan Kridolaksono.


Kalianda (Lampoat.co) -- PT. ASDP Cabang Bakauheni menyebut libur panjang peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang berlanjut dengan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1943 tidak mengakibatkan lonjakan penumpang pejalan kaki maupun kendaraan yang signifikan di lintas penyeberangan Bakauheni - Merak. 

Humas PT ASDP Cabang Bakauheni, Saifulahil Maslul Harahap, mengatakan, sejauh ini arus kendaraan maupun penumpang pejalan kaki yang naik dan turun di Pelabuhan Bakauheni relatif normal dan landai.

"Kami lihat sejak awal hingga akhir libur panjang isra mikraj, penumpang maupun kendaraan yang naik dan turun di pelabuhan Bakauheni tidak mengalami peningkatan arus yang signifikan,” kata Saiful kepada Lampoat.co,  Minggu, 14 Maret 2021.

Menurut Saiful, landainya angka penumpang pada libur panjang kali ini diduga akibat adanya pembatalan cuti bersama peringatan Isra Mikraj pada Jumat, 12 Maret 2021 lalu. Selain itu, pandemi covid-19 yang belum berakhir juga membuat masyarakat lebih memilih di rumah saat libur. 

"Kondisi ini disebabkan karena masih dalam masa pandemi sehingga masyarakat enggan bepergian meskipun libur panjang. Hal ini menyebabkan  menurunnya okupansi penumpang kapal di lintas Bakauheni -Merak,” tuturnya.

Sementara itu, sebelum masa pandemi, volume penumpang kapal pejalan kaki di lintas Bakauheni-merak bisa mencapai 1.750-2.000 orang per hari dengan jumlah kendaraan campuran mencapai 6.500 unit. Apalagi di saat libur panjang, dipastikan meningkat cukup segnifikan.

“Tapi saat ini, okupansi penumpang hanya dikisaran 400-500 an orang di setiap hari dengan jumlah kendaraan 3.000-3.500 unit per hari,” ujar Saiful.

Meski demikian, ASDP tetap menyiapkan 69 unit armada kapal untuk melayani jasa penyeberangan lintas Jawa-Bali. Sedangkan yang di operasikan setiap harinya sekitar 27- 32 unit dengan tujuh dermaga sandar, termasuk dermaga eksekutif. 

Pantauan di lapangan, hanya beberapa unit kendaraan roda dua dan roda empat yang keluar dari setiap armada kapal yang bersandar di dermaga Pelabuhan.

Sementara kondisi di pelabuhan relatif normal dan tidak menunjukkan adanya peningkatan penumpang kapal yang akan menyeberang ke Pelabuhan Merak maupun sebaliknya.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar