#anginkencang#gelombangtinggi#cuacaekstrem#beritalampung#pelabuhan

Arus Penyeberangan Bakauheni-Merak Aman dari Gangguan Cuaca

( kata)
Arus Penyeberangan Bakauheni-Merak Aman dari Gangguan Cuaca
Sejumlah penumpang di dermaga eksekutif Pelabuhan Bakauheni menunggu keberangkatan kapal. Lampost.co/Aan Kridolaksono

Kalianda (Lampost.co): Cuaca buruk yang melanda perairan Selat Sunda selama tiga hari terakhir ini tidak mempengaruhi penyeberangan lintas Merak-Bakauheni ataupun sebaliknya.

PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni menyebutkan sebanyak 28 kapal roll on roll off (ro-ro) yang beroperasi sepanjang hari ini, Jumat, 6 Maret 2020 berjalan lancar dan normal.

"Meski hujan deras, angin kencang, dan ombak lumayan besar beberapa hari ini. Namun, cuaca belum terlalu ekstrem. Kondisi perairan pun masih cukup aman untuk aktivitas penyeberangan sampai sore ini," kata Humas PT ASDP cabang Bakauheni, Saifulahil Maslul Harahap kepada Lampost.co, Jumat, 6 Maret 2020.

Sampai sore ini, ujar dia, cuaca cukup baik dan kondusif. Meski demikan, pihaknya tetap berkoordinasi dengan BMKG, KSOP, dan stakeholder lain.

Saipul mengimbau kepada perusahaan pemilik kapal sebagai penyedia transportasi penyeberangan untuk meningkatkan kewaspadaan serta mengutamakan keselamatan dengan memastikan seluruh aspek keselamatan di kapal.

Sementara itu, Stasiun Meteorologi Maritim (SMM) melalui Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP)  Kelas V Bakauheni yang berlaku mulai Jumat, 6 Maret 2020 pukul 19:00 WIB sampai Sabtu, 7 Maret 2020 pukul 19:00 WIB, memperingatkan untuk mewaspadai gelombang laut dengan ketinggian 1.25 - 2.5 meter berpeluang terjadi di wilayah Selat Sunda bagian selatan yang beresiko tinggi terhadap perahu nelayan dan kapal tongkang.

Sedangkan kondisi angin di wilayah Selat Sunda bagian utara (jalur kapal feri) pada umumnya bertiup dari barat dengan kecepatan 1 - 10 knot. Angin di wilayah Selat Sunda bagian selatan umumnya variabel dengan kecepatan 1 - 15 knot dan angin di wilayah perairan selatan Banten umumnya bertiup dari barat dengan kecepatan 1 - 20 knot. Angin di wilayah Samudera Hindia selatan Banten umumnya bertiup dari barat dengan kecepatan 1 - 20 knot.

"Berdasarkan prakiraan dari SMM perairan wilayah utara Selat Sunda yang menjadi jalur penyeberangan kapal feri sejauh ini masih aman untuk aktivitas pelayaran," kata Kepala KSOP Kelas V Bakauheni Iwan Syahrial.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar