#laranganmudik

Arinal Surati Gubernur Se-Sumatera tentang Larangan Mudik

( kata)
Arinal Surati Gubernur Se-Sumatera tentang Larangan Mudik
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi di Posko Satgas Gugus Tugas Covid-19 Lampung, Senin, 18 Mei 2020. Lampost.co/Zainuddin

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengeluarkan surat edaran bernomor 550/1585/V.13/2020 yang bersifat penting kepada gubernur se-Sumatera, Senin, 18 Mei 2020. Surat edaran tentang pencegahan mudik dari Sumatera ke Jawa.

Surat edaran itu menyusul terjadinya lonjakan penumpang dari berbagai provinsi di Sumatera di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, pada masa larangan mudik. Akibatnya, terjadi penumpukan dan telantarnya penumpang di Pelabuhan Bakauheni.

Diketahui, ratusan pemudik berasal dari Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau. Mereka pekerja yang telah di-PHK tersebut merupakan warga Kabupaten Brebes, Jawa tengah; Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Mereka sempat ditahan, tetapi muncul lagi di terminal pelabuhan setelah diturunkan mobil angkutannya. Akibatnya, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 melakukan rapid test, bagi yang memenuhi syarat dibiarkan menyeberang ke Pelabuhan Merak, Banten.

Terdapat empat poin penting dalam surat edaran itu. Pertama, Gubernur Lampung meminta gubernur se-Sumatera untuk mencegah, melarang, dan mengendalikan warganya yang hendak mudik baik KTP asli daerah maupun KTP pendatang yang bekerja di wilayahnya masing-masing yang akan pulang ke Pulau Jawa dan kota-kota besar lainnya.

Kedua, bagi pemudik yang dikecualikan sebagaimana tercantum dalam SE No. 4/2020 diharapkan telah lulus uji rapid test/PCR. Ketiga, untuk mencegah, mengurangi penumpukan para pemudik di Bakauheni diminta bantuan untuk meningkatkan fungsi check point/penyekatan di masing-masing perbatasan provinsi. Keempat meminta gugus tugas di wilayahnya masing-masing untuk melakukan sosialisasi larangan mudik lebih intensif dan masif.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar