#sapiwagyu#peternakan#beritalampung

Arinal Optimalkan Sapi Wagyu Sebagai Lumbung Ternak Kebanggaan Lampung

( kata)
Arinal Optimalkan Sapi Wagyu Sebagai Lumbung Ternak Kebanggaan Lampung
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat melakukan peninjauan di PT Austasia Stockfeed Breedlot Desa Negara Batin, Kecamatan Jabung, Lampung Timur, Rabu, 18 November 2020. Lampost.co/Triyadi Isworo


Sukadana (Lampost.co): Pemerintah Provinsi Lampung terus mendukung dan mengoptimalkan potensi ternak sapi wagyu yang ada di Bumi Ruwai Jurai sebagai lumbung ternak nasional. Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat melakukan peninjauan di PT Austasia Stockfeed Breedlot di Desa Negarabatin, Kecamatan Jabung, Lampung Timur, Rabu, 18 November 2020.

"Kami akan terus mengembangkan lumbung pangan. Potensi di Lampung sangat luar biasa maka harus terus dioptimalkan," kata dia. 

Arinal mengatakan di peternakan ini ada 5 ribuan ekor dan satu ekornya dihargai Rp40 juta. Oleh sebab itu potensi yang ada harus dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan daging dalam negeri maupun negara lain.

Ia terus berusaha agar sapi Lampung dikenal oleh dunia. "Di Indonesia terkenal dengan sapi Lombok dan sapi Bali. Tapi saya yakin kedepan ada sapi Lampung, paling tidak sapi wagyu Lampung. Disini satu-satunya sapi wagyu di Indonesia. Lampung mempunyai potensi yang luar biasa," kata Arinal.

Sementara itu, Direktur PT Austasia Stockfeed Breedlot, Dayat Antoni Hadiningrat, mengatakan pihaknya mulai beroperasi sejak tahun 2005. Kemudian ia mengatakan kualitas dari sapi wagyu genetiknya asal Jepang kemudian dikembangkan di Amerika dan Australia. Sapi kecil dari Australia dikembangkan di peternakan ini.

Ia mengatakan kebutuhan pasar terus meningkat maka pihaknya terus mengoptimalkan produksinya. "Untuk produksi per tahun ada sekitar 5 ribu ekor sapi yang kita potong. Kalau untuk 1 ekornya sekitar 250 kg daging atau setara 1,25 ton daging sapi setahun yang kita produksi. Kedepan kita target dua kali lipatnya dari produksi ini," katanya.

Kemudian ia mengatakan pihaknya berusaha untuk membuka akses pasar impor keluar negeri seperti Malaysia dan Timur Tengah. Sementara itu untuk kebutuhan pasar lokalnya dijual untuk kebutuhan masyarakat Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali. Ia mengatakan produk daging sapi yang dimilikinya sangat bersaing dengan daging sapi wagyu asal Australia.

Ia optimis bahwa peternakan sapi akan terus membaik dan maju karena Lampung memiliki produksi singkong, jagung, tebu, kopi, dan cokelat, yang limbahnya bisa diolah untuk sumber pakan ternak.

"Uniknya daging sapi wagyu ini didalam dagingnya ada pelemakan atau lemak tak jenuh dengan kandungan omega yang tinggi. Ini yang memberikan cita rasa dan tekstur berbeda. Di Jepang satu porsinya bisa jutaan. Disini satu porsi steak daging sapi wagyu seharga Rp200 ribu. Daging sapi wagyu ini kelas premium makanya harganya tinggi," katanya.

Adi Sunaryo







Berita Terkait



Komentar