#gubernur#pertanian

Arinal Minta 4 Kabupaten Genjot Produksi Pangan

( kata)
Arinal Minta 4 Kabupaten Genjot Produksi Pangan
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi pada kegiatan rapat konsolidasi atau evaluasi produksi tanaman pangan 2021, dan peningkatan produksi tanaman pangan 2022 yang diselenggarakan di PKK Agro Park, Selasa, 25 Januari 2022. Istimewa


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan Lampung memiliki potensi yang sangat memadai, dan masih mampu untuk terus meningkatkan produksi pertanian, sehingga diupayakan untuk menggenjot daerah yang masih tertinggal dalam segi produksi pangan.


Hal tersebut dijelaskan Gubernur Arinal pada kegiatan rapat konsolidasi atau evaluasi produksi tanaman pangan 2021, dan peningkatan produksi tanaman pangan 2022 yang diselenggarakan di PKK Agro Park, Selasa, 25 Januari 2022.

"Masih ada empat kabupaten yang belum produktif, di antaranya Tulangbawang Barat, Way Kanan, Mesuji, dan Lampung Utara yang mana masih bisa ditingkatkan sektor pertaniannya. Bahasan hari ini kita kupas semua. Apapun kekurangannya saya akan bantu," kata Arinal, Selasa, 25 Januari 2022.

Arinal menjelaskan bahwa dalam upaya meningkatkan sektor pertanian, pihaknya dorong melalui program Kartu Petani Berjaya yang menghubungkan kepentingan pertanian dengan tujuan mencapai kesejahteraan petani. KPB ini akan memudahkan petani dalam mendapatkan benih, pupuk, pasar, serta permodalan.

"Dalam rangka menjaga dan meningkatkan produksi padi di Provinsi Lampung kami terus optimalisasi peningkatan indeks pertanaman, perluasan areal tanaman baru, peningkatan indeks pertanaman, dukungan bantuan benih, koordinasi dan sinergi dalam ketersediaan air, pengelolaan alsintan dan penyediaan benih," jelasnya.

Selain itu juga, teknologi atau inovasi juga terus dilakukan pemerintah guna meningkatkan produksi padi dan jagung.

"Saat ini sedang diluncurkan program Optimalisasi Peningkatan Indeks Pertanaman (OPIP)/IP-400, yang merupakan suatu upaya untuk dapat meningkatkan luas panen dengan cara meningkatkan Indeks Pertanaman (IP). Pada tahun 2021 program ini telah dilakukan di 5 kabupaten/ kota," ujar Arinal.

Melalui Rapat koordinasi ini, ia berharap dapat dirumuskan permasalahan atau kendala guna menyatukan persepsi dan gerak langkah untuk terus bersinergi guna mencapai target produksi di tahun 2022.

Ia juga meminta kepada seluruh pihak baik itu jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, BPS Provinsi Lampung, KTNA, Pupuk Indonesia, dan Perbankan untuk bersama-sama bersinergi dalam meningkatkan sektor pertanian Lampung.

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Kusnardi mengatakan bahwa Rapat Konsolidasi ini bertujuan untuk mensinergikan pelaksanaan program kegiatan, mendukung target pencapaian produksi padi dan jagung, serta komoditas lainnya di 2022.

"Beberapa strategi yang akan ditempuh diantaranya optimalisasi peningkatan indeks pertanaman, perluasan areal tanaman baru, dan peningkatan indeks pertanaman," ujar dia.

Adapun berdasarkan data Kerangka Sample Area (KSA) luas panen dari Januari hingga Desember 2021 seluas 665.632 hektare dengan produksi padinya 3.334.592 ton. Dengan paparan di tiap daerah yakni diantaranya Lampung Barat 88.200 ton, Tanggamus 169.857 ton, Lampung Selatan 464.836 ton, Lampung Timur 440.106 ton, Lampung Tengah 606.213 ton, Lampung Utara 128.861 ton.

Selanjutnya kabupaten Way Kanan 181.373 ton, Tulang Bawang 380.251 ton, Pesawaran 186.602 ton, Pringsewu 140.269 ton, Mesuji 345.949 ton, Tulangbawang Barat 79.553 ton, Pesisir Barat 90.070 ton, Bandar Lampung 5.507 ton, Metro 26.944 ton.

Sementara untuk data luas panen dari Januari sampai Desember 2021 adalah seluas 665.632 hektare dengan produksi padi mencapai 3.334.592 ton. Adapun rinciannya adalah Lampung Barat 88.200 ton, Tanggamus 169.857 ton, Lampung Selatan 464.836 ton.

Lampung Timur 440.106 ton, Lampung Tengah 606.213 ton, Lampung Utara 128.861 ton, Way Kanan 181.373 ton, Tulang Bawang 380.251 ton, Pesawaran 186.602 ton, Pringsewu 140.269 ton, Mesuji 345.949 ton, Tulangbawang Barat 79.553 ton, Pesisir Barat 90.070 ton, Bandar Lampung 5.507 ton, Metro 26.944 ton.

Dengan target produksi padi ditahun 2022 yakni sebesar 3.434.871 ton dengan luas tanam 710.497 hektar.

Winarko








Berita Terkait



Komentar