#badaksumatera#srsTNWK#beritalampung

Arinal: Lampung Benteng Terakhir Lestarikan Badak Sumatera

( kata)
Arinal: Lampung Benteng Terakhir Lestarikan Badak Sumatera
Gubernur Lampung Arinal Junaidi saat peresmian SRS II TNWK, Rabu (30/10/2019). Doc TNWK

SUKADANA (Lampost.co) – Peringati Hari Badak Sedunia 2019, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Rabu 30 Oktober 2019, meresmikan Suaka Rhino Sumatera (SRS) II Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Lampung. Peresmian tersebut merupakan langkah untuk meningkatkan konservasi Badak Sumatera.

Hadir dalam peresmian SRS II tersebut, Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Sudarsono, Direktur konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan drh Indra Expoitasi, Bupati Lamtim, Zaiful Bokhari, Walikota Metro A. Pairin, Direktur Eksekutif Yayasan Badak Indonesia (YABI) Widodo S. Ramono.

Usai meresmikan kandang II Badak Sumatera Arinal Djunaidi menjelaskan, saat ini Badak Sumatera yang tersisa berada di kawasan Konservasi. Karena itu untuk tetap menjaga kelestariannya maka perlu juga menjaga kelestarian hutan.

Kemudian guna penyelamatan Badak Sumatera di Indonesia, telah terbit Keputusan Dirjen KSDAE Nomor SK.421/KSDAE/SET/KSA.2/12/2018 tentang Rencana Aksi Darurat Penyelamatan Populasi Badak Sumatera 2018-2021.

Selain itu kata dia, Lampung merupakan satu-satunya provinsi yang menjadi daerah konservasi badak Sumatera di Indonesia.

 "Lampung menjadi benteng terakhir untuk melestarikan badak Sumatera. Untuk itu hutan harus dijaga, kwalitas hutan yang baik akan mendukung kwalitas hidup ekosistem," kata Arinal.

Sementara Direktur Konserfasi Keanekaragaman hayati KLHK, drh Indra Exploitasi mengatakan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) merupakan satu-satunya hutan tropis dataran rendah yang masih tersisa di Indonesia.

“Harapan kita untuk penyelamatan ini sebagai benteng terakhir penyelamatan satwa. Selain menjadi daerah konservasi, TNWK diharapkan juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat," kata drh Indra Exsploitasi.

Direktur Eeksekutif YBI, Widodo S Ramono mengatakan, saat ini badak Sumatera yang tersisa hanya  80 ekor di Indonesia yang berada di TNWK dan TNBBS, serta satu ekor lagi ada di Malaysia. Habitat badak sudah habis digunakan oleh manusia dan Lampung merupakan benteng terakhir dalam melestarikan Badak Sumatera.

Bagian lain Bupati Lamtin Zaiful Bokhari mengatakan,  akan terus mendukung upaya konservasi Badak Sumatera di SRS TNWK. "Peresmian SRS II di TNWK merupakan upaya dalam konservasi dan pengembang biakaan Badak Sumatera," kata Zaiful Bokhari.

Setiaji Bintang Pamungkas

Berita Terkait

Komentar