#Apdesi#Pilkades

Apdesi Imbau Pilkades Serentak Taat Prokes

( kata)
Apdesi Imbau Pilkades Serentak Taat Prokes
Wakil Ketua DPD Apdesi Lampung supriyono saat diwawancarai mengenai pemilihan serentak kades se-Lampung. (Foto: Febi/Lampost.co)


Natar (Lampost) -- Saat pandemi covid-19, sejumlah desa di Provinsi Lampung akan menggelar pemilihan kepala desa (pilkades). Penyelenggaraan pilkades pun harus tetap menaati protokol kesehatan yang berlaku.

Wakil Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Provinsi Lampung, H.Y. Supriono mengatakan hal tersebut kepada Lamost.co, Kamis, 11 Februari 2021. Karena itu pilkades kalin ini membutuhkan perisapan matang.

"Panitia penyelenggara harus betul-betul siap, mulai dari jadwal pencoblosan harus diatur, tempat mencuci tangan harus disiapkan, pemilih harus menggunakan masker yang disiapkan panitia di TPS, juga harus menjaga jarak," kata Supriono.

Menurutnya yang paling utama harus dipersiapkan adalah mensiasati bagaimana tidak adanya kerumunan warga atau pemilih. Sehingga jadwal pencoblosan itu harus dirancang supaya tidak secara bersama-sama yang memilih datang ke TPS.

"Jadwal pencoblosan untuk pemilih ini harus diatur, jadi yang datang berapa dulu kemudian di jam berikutnya berapa, ini supaya tidak ada kerumunan di TPS, " kata Kades Bumisari ini.

Mas Pri sapaan akrabnya menyarankan penghitungan surat suara tidak dilakukan di setiap TPS. Hal ini untuk menghindari kerumunan masyarakat dan menghindari adanya disindikasi artinya lurah atau kades terpilih tidak memetakan wilayah masanya di saat masa kepemimpinannya nanti.

"Sekarang banyak yang berpikir karena bukan wilayah pemenangnya waktu calon dia (kades terpilih,red) tidak mau membangun di tempat tersebut hal begini yang mesti kita hindari kedepannya, makanya saya sarankan semua surat suara dari TPS dicampur jadi satu baru dihitung," kata dia.

Ia menambahkan saat pandemi seperti sekarang ini tentu anggaran akan semakin banyak dikeluarkan, karena pertama TPS tentu akan semakin banyak personil pun tentu bertambah dari yang sebelum pandemi.

"Kalau TPS sedikit seperti sebelum pandemi, saya rasa waktu pencoblosan tidak cukup karena pemilih dijadwalkan pencoblosan nya, ditambah akan ada kerumunan masyarakat disitu," katanya.

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar