#Bansos#VirusKorona

Aparat Tiyuh dan Warga Berkelahi Terkait Bantuan Covid-19

( kata)
Aparat Tiyuh dan Warga Berkelahi Terkait Bantuan Covid-19
Ilustrasi. Medcom.id

Panaragan (Lampost.co) -- Kepala Tiyuh Kartaraharja, Tulangbawang Udik, Tulangbawang Barat Rudiyanto membenarkan telah terjadi perkelahian antara warga dan aparatur tiyuh di wilayahnya berkaitan dengan bantuan Covid-19.

"Kejadiannya terjadi di tengah jalan menjelang magrib. Keduanya berkelahi karena ada kesalah pahaman yang ditanya korban dengan pelaku, jadi bukan masalah bantuan beras dan BLT," ujar Rudi kepada Lampost.co, Senin, 18 Nei 2020 malam.

Namun, Rudi membantah cekcok tersebut berkaitan dengan tidak meratanya program bantuan sosial beras 10 kg/KK dari pemkab Tubaba dan bantuan BLT dana desa untuk warga terdampak covid-19.

Terkait dengan bantuan beras bansos, kata Rudi, tiyuhnya mendapatkan bantuan beras sebanyak 15 ton lebih dari pemkab yang akan dibagikan kepada 1.511 KK dengan masing-masing penerima mendapatkan 10 kg beras.

"Beras bansos ini akan dibagikan kepada warga yang tidak mendapatkan BLT dana desa dan bantuan pusat. Berasnya baru masuk tadi sore dan belum seluruhnya dibagikan," kata dia.

Sedangkan berkaitan dengan BLT dana desa, kata dia, tiyuh setempat belum melakukan pembagian karena anggaran BLT masuk dalam pencairan tahap II. "Untuk warga yang menerima BLT sudah diputuskan sebanyak 152 KK. Penerima bantuan ini merupakan warga kurang mampu yang tidak tersentuh program provinsi dan pusat dan belum kami bagikan karena duitnya belum ada," kata dia.

Rudi menjelaskan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya bersama dengan sejumlah tokoh sudah menengahi masalah pemukulan tersebut. "Alhamdulillah,  kedua belah pihak mau melakukan jalan damai. Saya berharap kejadian ini tidak terulang," ujarnya.

Perlu ketahui kejadian tersebut terjadi, ketika Deki salah seorang warga Tiyuh Kartaraharja menanyakan bantuan covid-19 kepada Ali selaku aparatur tiyuh setempat. Tersinggung dengan pertanyaan korban, pelaku langsung memukul  jidat korban dan lengan korban dengan kunci motor yang mengakibatkan luka memar di bagian kepala depan dan memar bagian lengan.

"Saya hanya bertanya apakah ada perhatian tiyuh terhadap warga yang terkena PHK akibat terdampak korona. Tapi, dia marah dan memukul saya dengan kunci motor yang mengakibatkan luka dibagian jidad dan lengan saya," ujar Deki dalam rekaman yang diterima Lampost.co.

Abdul Gafur



Berita Terkait



Komentar