#Kriminal#Pencabulan#Liwa#LampungBarat

Tersangka Pencabulan 6 Anak Ditangkap

( kata)
Tersangka Pencabulan 6 Anak Ditangkap
Warga Way Tenong diamankan karena kasus pencabulan anak dibawah umur. (Foto: dok Polsek/Lampost.co)

LIWA (Lampost.co): SKN, 50, warga Kelurahan Fajarbulan, Way Tenong, Lampung Barat, ditangkap tim Polsek Sumberjaya. Pria yang juga berprofesi sebagai guru mengaji itu diduga berlaku cabul terhadap sejumlah anak di bawah umur.

SKN ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya, Rabu, 18 September 2019, sekitar pukul 18.30 WIB. Kapolres Lampung Barat Ajun Komisaris Besar Doni Wahyudi, mengatakan, kasus ini terbongkar setelah beredar foto banyak anak di bawah umur tengah merokok.

Selidik punya selidik, anak-anak mendapat rokok dari SKN. Tapi, tidak gratis. SKN memberi rokok dengan syarat mereka bersedia oral seks.

RH, salah satu korban, mengatakan, selain memberi rokok, SKN juga membolehkan korban mamakai handphone-nya. Tak jarang, tambah bocah 11 tahun yang masih duduk di kelas VI itu, juga memberikan uang Rp2.000 sebagai imbalan.

SKN selalu beraksi di rumahnya. "Saat korban memainkan handphone itulah pelaku beraksi," kata Doni Wahyudi.

Setelah mendapatkan keterangan tersebut aparat Polsek Sumberjaya langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku di kediamannya di Kelurahan Fajarbulan Kecamat Way Tenong Rabu, 18 September 2019.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, sudah ada 6 orang yang telah melapor sebagai korban. Diperkirakan masih ada korban lainya yang belum melapor. Karena itu pihaknya akan terus menggali keterangan pelakunya.

Atas perbuatan itu, tersangka diancam pidana penjara maksimal 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar yang dinyatakan dalam pasal pencabulan terhadap anak dibawah umur sebagaimana yang diatur dalam UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Bersama tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti sehelai baju warna kuning dan sehelai celana panjang warna coklat. Hingga saat ini tersangka masih diperiksa secara intensif untuk penyidikan lebih lanjut.

Eliyah

Berita Terkait

Komentar