#bentrok#register45mesuji#mediasi#beritalampung

Aparat, Pemkab dan Warga Lakukan Mediasi Guna Selesaikan Konflik di Register 45

( kata)
Aparat, Pemkab dan Warga Lakukan Mediasi Guna Selesaikan Konflik di Register 45
Aparat TNI AD dan Polres Mesuji dipimpin Danramil 426-01 Mesuji Mayor Kav A.R Chaerul terus melakukan patroli di lokasi bentrok Register 45. (Foto:Lampost/RidwanAnas)


MESUJI (Lampost.co)-- Pihak kepolisian dari Polres Mesuji, TNI AD dari Kodim 0426 Tulangbawang dan Pemerintah Kabupaten Mesuji terus mengupayakan mediasi antara kedua belah pihak yang bertikai di Kawasan Hutan Negara Register 45, Sungai Buaya, Mesuji, pada Rabu (17/7) yang menyebabkan 3 korban jiwa.
Kapolres Mesuji, AKBP Edi Purnomo, Jumat (19/7/2019),  menerangkan jika pihaknya terus mengupayakan komunikasi dengan keluarga korban yang berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan.
"Mediasi terus kita upayakan diantara kedua kelompok. Saat ini kita masih menunggu kesiapan keluarga korban yang masih berduka, pada intinya mereka setuju untuk mediasi. Untuk jadwal pasti kapan mediasi akan dilaksanakan, kita  melihat dahulu situasinya," jelas Kapolres kepada wartawan. 
Menurut Kapolres, pihaknya sudah melakukan penyelidikan di tempat kejadian bentrok. Hasilnya, beberapa senjata tajam juga senjata api rakitan diamankan. 
"Hingga saat ini belum ada penetapan tersangka. Masih kita dalami beberapa bukti dan saksi. Hingga saat ini, kita sudah melakukan interogasi kepada 5 orang dari kedua belah pihak," terang Edi Purnomo.  
Terkait solusi konflik yang kerap terjadi di tahan milik negara tersebut,  akan segera dilaksanakan pertemuan antara pemerintah Mesuji, Polres Mesuji juga Kodim 0426 dengan Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir.  
"Dan kita dengar sendiri kemarin Wakil Gubernur akan membawa persoalan ini ke tingkat pemerintah pusat," papar Kapolres. 
Hingga berita ini diturunkan, Kapolres memastikan jika korban jiwa masih berjumlah 3 orang dan 10 luka luka. 
"Saat ini, 500 anggota kami dan dibantu 30 anggota Kodim 0426 masih bersiaga di lokasi. Untuk penarikan atau penambahan anggota,  tentu kita lihat situasinya. Diimbau kepada masyarakat untuk sama sama menahan diri dan tidak mudah untuk terprovokasi," ujarnya.

M.Ridwan Anas







Berita Terkait



Komentar