#antrean#premium#lamsel#beritalampung

Antrean Panjang Kendaraan di SPBU 21.101.02 Diduga Kendaraan Pengecor

( kata)
Antrean Panjang Kendaraan di SPBU 21.101.02 Diduga Kendaraan Pengecor
Antrean panjang kendaraan yang kerap terjadi di mesin pompa bensin SPBU 21.101.02 di Jalinsum) Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan, Lampung selatan di duga kendaraan para pengecor bensin, Jumat (28/6/2016). (Foto:Lampost/ Aan kridolaksono)


KALIANDA (Lampost.co)--Warga masyarakat konsumen bahan bakar minyak (BBM) jenis premium (bensin)  kerap kecewa.  Pasalanya, setiap ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 21.101.02 di Jalan lintas sumatera (Jalinsum) Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan, Lampung selatan selalu terjadi antrean panjang kendaraan roda empat maupun dua. 

"Kalau ngisi BBM di POM itu saya terpaksa beli pertalite atau pertamax,  karena di tempat pompa bensin selalu dipenuhi antrean panjang kendaraan," kata salah satu pengendara sepeda motor di SPBU 21.101.02 kepada Lampost.co, Jumat (28/6/2019).

Berbeda yang diungkapkan salah satu warga sekitar SPBU Coco yang enggan disebutkan namanya.  Menurut dia, kendaraan yang antre di lokasi pompa bensin itu adalah kendaraan para pengecor BBM. "Tangki kendaraan mereka itu dikuras kedalam derijen, kemudian mereka ngantre lagi, " kata warga yang mengetahui kejadian tersebut. 

Puluhan kendaraan pengecor bensin bisa itu bolak balik masuk SPBU 6 sampai 8 kali setiap hari. "Jadi yang antrre setiap hari ya kendaraan itu-itu aja, para pengecor bensin," katanya.
Tidak hanya mengutamakan kendaraan pengecor BBM jenis premium, para pengecorpun di kabarkan memberikan uang cor kepada petugas di mesin pompa bensin tersebut. "Tiga kali ngecor mereka dikenai biaya Rp5 ribu, " ujar dia. 
Diketahui, setiap kendaraan roda dua yang mengisi BBM jenis premium dibatasi maksimal Rp30 ribu, sedangkan kendaraan roda empat dibatasi maksimal Rp100 ribu.  
Salah satu petugas di SPBU teraebut mengatakan antrean panjang kendaraan di mesin pompa premium yang terjadi setiap hari merupakan hal wajar, karena harga premium lebih murah dan lebih berkualitas dibandingkan dengan pertalite ataupun pertamax. 

"Kalau sering lihat antre panjang kendaraan di mesin pompa bensin dibandingkan dengan mesin pompa pertalite dan pertamax wajar, karena harga lebih murah dan lebih berkualitas," pungkasnya. 

Terpisah Asroni, selaku pengawas SPBU 21.101.02 mengaku tidak tahu dengan adanya praktek pengecoran BBM jenis premium di SPBU tempatnya bekerja. 
"Saya bukan Manager. Saya cuma pengawas pekerja yang ada di SPBU ini.  Jadi tidak tahu tentang surat Izin pengecoran itu," ujarnya. 

Aan Kridolaksono







Berita Terkait



Komentar