#rabies#penyakit#beritalampung#vaksin

Antisipasi Rabies, Lamtim Siapkan 1500 Dosis Vaksin

( kata)
Antisipasi Rabies, Lamtim Siapkan 1500 Dosis Vaksin
Petugas dari Dinas Perikanan dan Peternakan Lamtim sedang melakukan vaksinasi anti rabies terhadap HPR di Kecamatan Metro Kiban benerapa hari lalu. Doc Dinas Perikanan dan Peternakan Lamtim

SUKADANA (Lampost.co) -- Meski belum muncul lagi kasus gigitan anjing pengidap penyakit rabies terhadap manusia, namun Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Lamtim tetap tersu menggalakkan vaksinasi anti rabies terhadap hewan penular rabies (HPR).

Vaksinasi HPR dengan prioritas hewan anjing tersebut dilakukan untuk mengantisipasi dan meminimalisir kasus penyebaran dan penularan penyakit rabies di wilayah Kabupaten Lamtim.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Lamtim, KMS Thohir Hanafi, Jumat, 23 Agustus 2019 menejelaskan, dalam kurun waktu Januari hingga pertengahan Agustus 2019 di wilayah Kabupaten Lamtim belum terdeteksi munculnya serangan penyakit rabies terhadap HPR.

Hanya saja lanjut Hanafi, meski sejauh ini Kabupaten Lamtim cukup aman dari serangan penyakit rabies tersebut, namun pihaknya tetap tak mau ambil resiko. Sebab  penyakit rabies  merupakan salah satu jenis penyakit yang tergolong sangat berbahaya.

Karena disamping bisa menular kepada manusia melalui cakaran atau gigitan HPR pengidap rabies, penyakit tersebut juga sangat mematikan bila lengah dalam penanganannya.

Disamping itu Kabupaten Lamtim sendiri merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Lampung yang tercatat sebagai daerah merah serangan penyakit rabies. Sebab setiap tahun dipastikan penyakit rabies tersebut selalu saja muncul bahkan hingga menular kepada manusia.

Oleh sebab itulah maka kata Hanafi, pihaknya tetap tidak mau ambil resiko. Sehingga tetap rutin  melakukan langkah-langkah antisipasi seperti vaksinasi anti rabies terhadap HPR guna meminimalisir kasus penyebaran atau penularan penyakit tersebut.

Dalam pelaksanaannya pihaknya memprioritaskan vaksinasi anti rabies  pada wilayah kecamatan dengan jumlah populasi HPR khususnya anjing yang paling banyak.

Pola prioritas wilayah kecamatan dengan jumlah HPR khusunya anjing tertinggi itu dilakukan karena pada wilayah kecamatan dimaksud memang memiliki kemungkinan yang juga cukup tinggi munculnya serangan penyakit rabies.

Dengan adanya  vaksinansi anti rabies tersebut, katanya diharapkan kemungkinan munculnya serangan penyakit berbahaya itu dapat ditekan, diminimalisir atau bahkan mungkin dihilangkan samasekali.

Sementara tambah Hanafi, untuk mendukung vaksinasi anti rabies terhadap HPR tersebut, selain bantuan vaksin anti rabies sebanyak 1000 dosis dari Pemerintah Provinsi Lampung, Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupatan Lamtim melalui pengadaan yang dibiayai APBD setempat juga sudah menyiapkan sebanyak 500 dosis vaksin anti rabies.

Sementara beberapa wilayah Kecamatan yang sudah  dan akan melaksankan vaksinasi anti rabies diantaranya Metro Kibang sebanyak 100 dosis vaksin anti rabies, Sekampung (100 dosis), Batanghari (100 dosis), Margatiga (200 dosis), dan lain-lain.

Djoni Hartawan Jaya

Berita Terkait

Komentar