#pilkada#pemilu#wabahcorona#beritalamsel#kpu

Antisipasi Korona, KPU Diminta Susun Mekanisme Pelaksanaan Pilkada 2020

( kata)
Antisipasi Korona, KPU Diminta Susun Mekanisme Pelaksanaan Pilkada 2020
Ketua Bawaslu Lampung Selatan Hendra Fauzi bersama Anggota Bawaslu Lamsel, Wazzaki dan Khoirul Anam. Foto: Dok/Bawaslu Lamsel

Kalianda (Lampost.co): Dalam rangka pencegahan penyebaran virus korona atau covid-19, Bawaslu Lampung Selatan merekomendasikan kepada KPU Lamsel untuk menyusun mekanisme teknis pelaksanaan tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020 yang melibatkan kontak langsung dan perjumpaan fisik antarpenyelenggara pemilu dan masyarakat.

Ketua Bawaslu Lamsel Hendra Fauzi mengatakan dalam rekomendasi itu pihaknya meminta KPU dapat mengambil langkah-langkah untuk menyusun skenario Pilkada lanjutan atau Pilkada susulan ditengah merebaknya virus korona.

"Terdapat tiga tahapan yang melibatkan kontak langsung dan perjumpaan fisik yakni pencocokan dan penelitian dalam tahapan pemuktahiran data pemilih pada 18 April – 17 Mei 2020, masa kampanye pertemuan terbatas, pertemuan tatap muka dan rapat umum pada 11 Juni – 19 Septemeber 2020, dan pemungutan suara pada 23 September 2020," kata dia, Jumat, 20 Maret 2020.

Hendra mengatakan ada tiga poin yang direkomendasikan kepada KPU Lamsel, yakni menyusun mekanisme teknis pelaksanaan tahapan pemilihan yang melibatkan kontak langsung dan perjumpaan fisik antarpenyelenggara Pemilu dan masyarakat. Kedua, KPU membuat langkah antisipasi terhadap penyelenggaraan pemilihan yang terdampak dari situasi terkini dan kebijakan pemerintah serta pemerintah daerah

Sedangkan poin terakhir, KPU memberikan kepastian hukum kepada pengawas pemilihan. Partai politik dan bakal calon perseorangan terhadap pelaksanaan pemilihan dalam situasi bencana nasional yang ditetapkan oleh pemerintah.

"Untuk itu, KPU perlu membuat langkah antisipasi terhadap penyelenggaraan pemilihan yang terdampak dari situasi saat ini," kata dia. 

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar