#viruscorona#viruskorona#kesehatan#beritalampura

Antisipasi Covid-19, 177 Perantau Yang Pulang ke Abung Tengah Didata

( kata)
Antisipasi Covid-19, 177 Perantau Yang Pulang ke Abung Tengah Didata
Anjuran bagi warga pendatang baru, khususnya daerah menjadi endemik penyebaran korona di Kecamatan Abung Tengah. Lampost.co/Fajar Nofitra

Kotabumi (Lampost.co): Kecamatan Abung Tengah mengintensifkan pengawasan terhadap pendatang yang berasal dari wilayah endemik korona, pasca anjuran pemerintah terkait penyebaran wabah covid-19 (social distancing).

Camat Abung Tengah Mulyadi mengungkapkan pasca pemerintah menetapkan anjuran social distancing akibat merebahnya covid-19. Banyak warga perantauan, khususnya berasal dari Pulau Jawa pulang. Pasalnya, ditempat mereka bekerja sedang diliburkan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Sehingga banyak yang memilih pulang, meski waktu libur atau cuti bersama belum ada.

"Ya, tepatnya itu sejak, Minggu (22 Maret 2020) lalu. Banyak warga yang memilih pulang lebih awal (mudik) lebaran Idulfitri 2020. Sesuai dengan protokol kesehatan kita menjalankan melalui gugus tugas sampai ditingkat desa," kata dia di kantor kecamatan setempat, Jumat, 3 April 2020.

Merujuk data satgas Kecamatan Abung Tengah, sebanyak 177 warga baru datang dari daerah perantauan yang terimbas wabah korona. Yakni Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), setelah adanya anjuran pemerintah terkait dengan penanganan masalah penyebaran covid-19.

"Data yang kami terima sampai dengan siang hari ini berjumlah 177 orang. Mereka rata-rata berasal dari daerah Jabodetabek yang terkena dampak paling parah wabah korona. Jadi satgas kita di desa yang terdiri dari pamong desa, Bhabinkamtibas dan petugas kesehatan melakukan pemantauan," kata dia.

Selain itu, lanjutnya, perantau yang baru pulang kampung itu harus melaukan karantina mandiri selama 14 hari. "Beberapa waktu lalu kita ada laporan juga 3 orang warga yang mengalami demam dan batuk pilek. Namun belum kearah orang dalam pemantaun, karena belum ada hasil pemeriksaan resmi," ujarnya.

Dia mengatakan selain melaksanakan langkah-langkah prenventif, seperti penyemprotan fasilitas umum. Pihaknya juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat terhadap maraknya wabah korona belakangan di nusantara. Baik itu mereka yang telah datang, atau mereka tang masih berada didaerah perantauan.

"Khususnya berasal dari daerah yang masuk zona merah, atau daerah menjadi endemik. Untuk yang sudah tiba melaporkan kepada aparat terdekat agar dapat disurvey dan melaksanakan isolasi diri selama 14 hari, serta yang belum untuk tidak pulang dulu. Sesuai arah pemerintah pusat sampai daerah," ujarnya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar