#muktamarnu#nahdlatululama

Ansor Lampung Ikhtiarkan Muktamar NU tak Munculkan Klaster Baru Covid-19

( kata)
Ansor Lampung Ikhtiarkan Muktamar NU tak Munculkan Klaster Baru Covid-19
Ketua PW GP Ansor Lampung, Hidir Ibrahim. Dok GP Ansor Lampung


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Gerakan Pemuda (GP) Ansor Provinsi Lampung mendukung pelaksanaan Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) di Bumi Ruwa Jurai pada 2021. Hal itu ditegaskan Ketua Pengurus Wilayah (PW) GP Ansor Lampung, Hidir Ibrahim melalui pernyataan sikapnya, Kamis, 23 September 2021. 

Hidir menyebut, Kepala Dinas Pariwisata Lampung, Edarwan pada acara sosialisasi dan simulasi protokol Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan) atau CHSE penyelenggaraan kegiatan strategi Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran (MICE) di Hotel Novotel Lampung, Rabu, 22 September 2021 telah  mengatakan bahwa pariwisata Lampung suddah siap bangkit menyambut lonjakan wisatawan tanpa menimbulkan klaster baru covid-19. 

Penerapan standar protokol CHSE menjadi keniscayaan.

"Kunjungan wisatawan akan segera melonjak. Pelaku wisata harus menerapkan protokol kesehatan (prokes) agar percepatan kebangkitan pariwisata Lampung semakin cepat," kata Edarwan yang juga Ketua Serikat Nelayan NU Lampung itu.

Mengacu pada hasil pertemuan itu, Hidir menegaskan Lampung sudah lebih siap menjadi tuan rumah Muktamar tanpa klaster baru dengan menerapkan prokes ketat. 

"Muktamar dalam konteks ini tentu merupakan bagian dari MICE dari perspektif dunia pariwisata. Saya juga sudah berkoordinasi dan mengkonfirmasi hal itu dengan kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Lampung," ujar Hidir.

Baca: Lampung Pastikan Muktamar NU Sukses

 

Selain itu, Muktamar NU ini pula dapat berkaca dari pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua. Even akbar olahraga se-Indonesia itu dapat tetap terselenggara dengan menerapkan prokes ketat, tetapi tidak menjadi klaster baru.

Ia mengakui, covid-19 tidak bisa diprediksi dan tidak pasti. Namun demikian, lanjutnya, jangan sampai agenda-agenda yang sudah direncakan menjadi tidak pasti juga.

"Melihat tren covid-19 yang diprediksi akan mengalami gelombang ketiga, tentu kita bisa lebih tangguh menghadapinya dengan belajar lebih cermat dari gelombang 1 dan gelombang 2. Kalau pun akan terjadi gelombang ke-3, mudah-mudahan di bulan Desember, atau tepatnya di saat Muktamar diselenggarakan, gelombang yang terjadi bukan gelombang pasang tapi gelombang surut," katanya. 

Hidir menjelaskan, untuk menjalankan prokes peserta Muktamar bisa dengan mendistribusi titik konsentrasi kegiatan di beberapa pondok pesantren (Ponpes). Sidang-sidang komisi bisa disebar di empat titik ponpes yang berdekatan dengan pusat pelaksanaan Muktamar. 

Sedangkan untuk sidang pleno bisa dihadiri secara luring dengan peserta penuh dan daring untuk peserta peninjau lainnya.

"Tentunya semua peserta harus sudah memiliki sertifikat vaksin dosis 1 dan dosis 2 dan hasil test antigen negatif. Tertib memakai masker dan mengunakan hand sanitizer," jelas mantan anggota DPRD Lampung dua periode itu. 

Sedangkan tempat acara, kata Hidir, seharusnya dilaksanakan di ruangan terbuka dengan menyiapkan beberapa titik tempat cuci tangan.

"Mudah-mudahan agenda Muktamar lancar, selamat, sukses dan barokah," tuturnya.

Lebih lanjut, Hidir menjelaskan untuk tempat central Muktamar mengusulkan tetap di Pondok Pesantren Darussa'adah yang diasuh KH Muhsin Abdillah yang juga Rois Syuriah PWNU Lampung. Sementara untuk sidang-sidang komisi, keempat ponpes terdekat dekat menyatakan siap menjadi tempat untuk mensukseskan Muktamar.

Empat ponpes tersebut adalah PP Nurul Qodiri Lempuyang, Bandar Way Pengubuan Asuhan KH Imam Suhadi yang juga Ketua PCNU Lampung Tengah (Lamteng). PP Wali Songo Wates Asuhan Gus Ulum 3. Darus Safaah, Kota Gajah KH Ngaliman Marzuki, dan Darusallamah KH Nur Daim Bandar Agung.

"Kami akan menyampaikan kesiapan dan usulan tempat Muktamar ini ke PP GP Ansor agar diperjuangkan di arena Munas dan Konbes yang akan diselengarakan 25-26 September ini," tegas Hidir. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar