#kesenian#adatbudaya#pekanrayalampung

Anjungan Lampung Timur Tampilkan Kesenian Khas, Agar Tak Termakan Perkembangan Zaman.

( kata)
Anjungan Lampung Timur Tampilkan Kesenian Khas, Agar Tak Termakan Perkembangan Zaman.
Foto: Lampost.co/Asrul Septian Malik


BANDAR LAMPUNG (Lampost.co) -- Anjungan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur punya cara sendiri untuk menampilkan sesuatu yang khas pada gelaran Pekan Raya Lampung, Minggu (4/8/2019) malam. Anjungan Lampung Timur menampilkan Musik Tabuh Rebana dan Tari Bedana Gambus Ketipung.

Mereka terdiri dari pria yang memainkan rebana dan menyanyikan syair-syair lagu Islami dan Budaya Lampung. Sedangkan Tari Bedana Gambus Ketipung menampilkan seorang pria yang memetik gambus, diiringi pemain rebana, dan pemuda yang menampilkan Tarian Bedana.

Kesenian tersebut membuat para warga yang menyaksikan pentas di Anjungam Lampung Timur terpukau.

"Anjungan Lampung Timur, menampilkan kesenian adat Lampung yang khas dan langka, serta berasal dari Melinting. Ini salah satu wujud pengenalan budaya ke masyarakat Lampung secara umum, yang memang saat ini bersaing dengan budaya-budaya modern, agar budaya dan kesenian kita tetap bertahan," ujar Kadishub Lampung Timur Sudarman, selaku penanggung jawab Anjungan Lampung Timur pada Minggu (4/8/20019).

Selain itu, lanjut dia, kendati budaya tersebut memang tak terlalu diminati masyarakat Lampung secara umum, namun di Kabupaten Lamtim kesenian tersebut masih terjaga dan selalu diajarkan serta diwariskan. "Juga selalu ditampilkan pada gelaran adat budaya atau acara adat. Ini cara kita menggandeng sanggar agar tetap bertahan," katanya.

Sementara pembina dua kesenian tersebut yakni Zakaria dari Sanggar Seni Budaya Melinting, Desa Maringgai mengatakan Tabuh Rebana biasa dibawakan pada agenda begawi atau mengarak pengantin. Ketika pengantin hendak memasuki acara, maka akan diiringi oleh kesenian tersebut.

"Dia memunculkan syair-syair Islami dan Bahasa Lampung. Kita juga pernah menang jadi terbaik pertama pada 2016 yang diagendakan Dewan Kesenian Lampung," kata Bang Zak, sapaan akrabnya.

Kemudian, Tari Gambus Ketipung merupakan kesenian yang ditampilkan saat pengantin laki-laki atau perempuan meninggalkan rumah ketika sudah menikah.

Asrul Septian Malik







Berita Terkait



Komentar