#stunting#kesehatan

Angka Stunting di Indonesia Masih Tinggi

( kata)
Angka Stunting di Indonesia Masih Tinggi
Stunting perlu diatasi karena berisiko menurunkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Metro TV


Jakarta (Lampost.co) -- Kasus stunting atau masalah pertumbuhan pada anak masih menjadi permasalahan serius yang dihadapi Indonesia. Stunting perlu diatasi karena berisiko menurunkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, mengatakan ada tiga penyebab langsung terjadinya stunting. Asupan gizi yang kurang, masalah kesehatan ibu, dan pola asuh yang tidak baik.

Berdasarkan data survei Status Gizi Balita Indonesia (SGBI) 2021, prevalensi stunting di Indonesia masih berada di 24,4 persen, atau sekitar 5,53 juta balita.

"Persoalan stunting harus diatasi secara serius mengingat sekitar 2-3 persen dari pendapatan domestik bruto (PDB) hilang per tahunnya akibat stunting," kata presenter Metro TV, Marializia Hasni, dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia di Metro TV, Kamis, 31 Maret 2022.

BKKBN sebagai pelaksana percepatan penurunan stunting nasional melakukan berbagai upaya. Salah satunya, rencana program konvergensi yang memungkinkan sinergitas antara kementerian dan lembaga terkait.

"Upaya ini menjadi langkah nyata untuk mewujudkan program pemerintah yang menargetkan angka stunting turun menjadi 14 persen di tahun 2024," ujar Maria. 

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar