•   Jumat, May 27 2022
#Covid-19Lampung#Omicron

Angka Kematian Pasien Covid-19 di Lampung Naik Akibat Komorbid

( kata)
Angka Kematian Pasien Covid-19 di Lampung Naik Akibat Komorbid
Ilustrasi Medcom.id


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana mengatakan angka kematian di Lampung mengalami peningkatan. Namun, ia memastikan kondisi di lapangan bisa dikendalikan.

"Salah satunya adalah angka bed ocupancy rate (BOR) yang aman dan tidak penuh. Selain itu stok obat-obatan dan oksigen yang cukup dan aman," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana, Jumat, 11 Maret 2022.

Ia juga mengatakan jika kondisi isolasi mandiri dan isolasi di RS terkendali. "Dari pantauan kami masyarakat juga tidak panik, jadi tidak ada yang dikhawatirkan," jelasnya.

Hanya saja, lanjutnya, jika angka kematian tersebut disebabkan oleh pasien terkonfirmasi yang dinyatakan positif Covid-19 memiliki komorbit (penyakit bawaan).

"Perjalanan penyakit Covid-19 varian omicron memang seperti ini, angka penularannya 6 kali lebih cepat," katanya.

Menurutnya angka kematian Covid-19 sejak Januari 2022 hingga sekarang ada peningkatan juga didadasari oleh kebanyakannya usia lanjut.

"Sebanyak 56,36 persen kebanyakan usia lanjut diatas 59 tahun, sedangkan 58,18 persen terjadi dari kebanyakan laki-laki bisa karena aktivitas kebanyakan diluar rumah," katanya.

Kemudian, 81,21 persen terjadi karena kormobit rata-rata hipertensi dan gula darah.

"Karena Covid-19 ini kan adanya pengentalan darah, sedangkan hipertensi itu pasti penderita darahnya kental dan gula darah juga disebabkan karena penyakit Covid-19 tidak boleh banyak konsumsi gula, jadi kalau gula darah tinggi bahaya," jelas dia.

Serta angka kematian juga disebabkan juga sebayak 76,97 persen karena yang belum di vaksin dosis lengkap. "Kebanyakan kasus tidak divaksin juga karena ada penyakit bawaan," jelas dia.

Adapun kondisi kematian ini terjadi di 15 kabupaten/ kota.

"Itulah sebabnya kami kejar vaksinasi untuk lansia ksrena untuk menekan angka kematian, sebab memang rentan alami kematian," jelas dia.

Winarko







Berita Terkait



Komentar