#angkakehamilan#kb#beritapesawaran

Angka Ibu Hamil di Pesawaran Meningkat

( kata)
Angka Ibu Hamil di Pesawaran Meningkat
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Pesawaran, Maisuri. Lampost.co/Putra Pancasila

Pesawaran (Lampost.co): Angka kehamilan di Kabupaten Pesawaran di 2020 mengalami peningkatan. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Pesawaran, Maisuri, kepada Lampost.co, Senin, 27 Juli 2020.

"Angka ibu hamil di Bumi Andan Jejama meningkat drastis di tengah pandemi korona, yakni tercatat 6.717 ibu hamil sejak Januari-Juni 2020. Ini bukan karena pandemi ini. Karena adanya kenaikan pasangan menikah dan pasangan usia subur meningkat, jadi otomatis berpengaruh pada bertambahnya catatan angka ibu hamil yang kami data melalui petugas di lapangan," jelas dia.

Dia mengatakan Dinas PPKB Kabupaten Pesawaran sebelumnya di tahun 2019 mencatat ada 6.246 ibu hamil dengan angka tertinggi di Kecamatan Gedongtataan sebanyak 1.000 orang, Negerikaton 864 orang, dan Tegineneng 897 orang. 

"Sedangkan untuk Kecamatan Way Lima ada 688 orang, Padangcermin 375 orang, Punduhpidada 230 orang, Kedondong 555 orang, Margapunduh 265 orang, Way Khilau 292 orang, Telukpandan 450 orang, dan Way Ratai ada 630 orang," jelas dia.

Menurutnya, untuk melakukan penekanan angka kelahiran di Pesawaran, pihaknya terus mengkampanyekan KB serta memberikan alat kontrasepsi secara gratis pada pasangan usia subur serta meningkatkan pelayanan KB di dusun dan desa, kemudian juga melakukan pelayanan KB keliling.

"Untuk itu semua, kita dibantu oleh 1.048 kader yang tersebar di setiap dusun yang ada di 144 desa di 11 kecamatan yang bertugas untuk mengingatkan masyarakat kita untuk melakukan KB guna menekan angka kelahiran," kata dia.

Hal itu terbukti efektif dalam membantu mengurangi kehamilan di Bumi Andan Jejama, pada Hari Keluarga Nasional ke-27, Kabupaten Pesawaran menjadi terbanyak se-Provinsi Lampung dalam pemasangan alat kontrasepsi.

"Pemasangan alat kontrasepsi pada Harganas, tembus di angka 4.262. Diantaranya kondom, NOP, tubektomi, ayudi atau spiral, dan implan. Kemudian, kita terus sosialisasikan tentang pendewasaan usia perkawinan (PUP) yakni untuk laki-laki adalah 25 tahun dan perempuan dengan usia mimimal 21 tahun," pungkasnya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar