#LAMSEL

Angin Kencang Robohkan Padi Siap Panen di Sragi

( kata)
Angin Kencang Robohkan Padi Siap Panen di Sragi
Kondisi tanaman padi yang roboh di areal persawahan Desa Baktirasa, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, Jumat, 07 Oktober 2022. Lampost.co/Armansyah


Kalianda (Lampost.co) -- Hujan disertai angin kencang sejak dua hari terakhir mengakibatkan tanaman padi di wilayah Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, roboh. Tanaman padi yang roboh didominasi tanaman yang segera memasuki masa panen.

Ketua Gapoktan Sinar Bakti Desa Baktirasa Purwanto mengatakan tanaman padi milik petani roboh usai diterjang hujan disertai angin kencang. Padahal, sebagian besar tanaman padi di desa setempat akan memasuki masa panen.

"Punya saya saja lahan seluas 0,5 hektare baru berusia 60-70 hari setelah tanam (HST) roboh, mas. Padahal, dua pekan lagi mau panen," kata dia, Jumat, 07 Oktober 2022.

Untuk mengantisipasi kerusakan lebih parah, Purwanto bersama petani lainnya akan mengikat batang padi agar berdiri kembali. Meski demikian, tanaman padi yang roboh sudah dipastikan mengurangi bobot dan mutu gabah.

"Kalau puso enggak sih, karena masih bisa diikat dengan tali. Hanya saja bobot dan kualitas gabahnya berkurang. Sementara kalau enggak diikat pasti rusak," kata dia.

Kepala UPTD Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sragi, Hariyono mengatakan pihaknya belum memastikan luasan tanaman padi yang roboh akibat diterjang angin kencang. Namun, peristiwa tersebut terjadi di Desa Baktirasa, Mandalasari, Kualasekampung, dan Margasari.

"Kami belum tau berapa luasannya yang roboh. Soalnya kami belum cek ke lapangan dan teman-teman penyuluh juga belum laporan. Yang jelas, tanaman padi yang roboh ini hanya spot-spot saja," kata dia.

Hariyono mengatakan pihaknya hanya baru memperkirakan total luasan tanaman padi yang roboh berkisar 40-50 hektare. Adapun tanaman padi yang roboh itu sudah berusia berkisar 70-80 HST.

"Ya, kalau dikumpulkan ada 40-50 hektare. Yang jelas, tanaman padi yang roboh ini mayoritas akan memasuki masa panen," kata dia.

Deni Zulniyadi








Berita Terkait



Komentar