#padi

Angin Kencang Robohkan Padi Siap Panen di Kualasekampung

( kata)
Angin Kencang Robohkan Padi Siap Panen di Kualasekampung
Salah satu tanaman padi milik petani di Desa Kualasekampung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, yang siap panen roboh, Minggu, 3 Mei 2020. Lampost.co/Armansyah

Kalianda (Lampost.co) -- Petani di Desa Kualasekampung, Kecamatan Sragi, Lampung Selatan, harus menanggung kerugian akibat tanaman padi yang siap panen rusak. Kerusakan yang dialami tanaman padi siap panen roboh diakibatkan diterpa angin kencang

Aziz, salah satu petani di Desa Kualasekampung, mengatakan sejak beberapa hari terakhir tanaman padi milik petani banyak roboh. Hal ini dikarenakan hujan yang disertai angin kencag.

"Jelas, tanaman padi yang tinggal menghitung hari untuk dipanen ini roboh sangat merugikan capaian produksi petani tahun ini. Tanaman padi kalau sudah roboh sudah dipastikan tidak maksimal hasil produksinya," kata dia, Minggu, 3 Mei 2020.

Menurut dia, karena sebagian tanaman padi yang roboh membuat petani terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk mengikat beberapa batang padi hingga berdiri kembali. "Jika tidak didirikan lagi, kemungkinan besar tanaman padi akan makin rusak. Bisa-bisa hasil produksi hanya sedikit dan petani mengalami kerugian lebih banyak," kata dia.

Hal senada diungkapkan Ketua Gapoktan Karyamakmur Desa Kualasekampung, Wanto saat dihubungi Lampost.co. Dia mengatakan tanaman padi sekitar seluas 1 hektare miliknya roboh setelah diterjang hujan deras disertai angin kencang. Beruntung, tanaman padinya sudah memasuki panen sehingga tanaman padi yang roboh langsung dibabat dan dipanen.

"Untungnya sudah siap panen punya saya. Kalau enggak bisa rusak parah. Meski demikian, saya terpaksa mengeluarkan modal lagi untuk biaya arit batang padi. Seharusnya, cukup panen dengan combine harvester," kata dia.

Menurut dia, jika tanaman padi alami roboh dan menyentuh dasar lumpur, dipastikan hasil produksi akan berkurang 30 persen. Bahkan, bisa menimbulkan pembusukan pada batang dan buah bila dibiarkan.

"Jelas, kalau roboh akan memengaruhi hasil produksi. Tapi, tanaman padi yang roboh rata-rata varietas ciherang. Soalnya, batangnya memang rentan roboh karena memiliki batang yang kecil dan panjang," kata dia.

Sementara itu, Kepala UPTD Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Sragi, Eka Saputra mengatakan pihaknya meminta petani supaya mengikat hingga berdiri. Sebab, cara ini untuk mengurangi risiko kerugian saat panen.

"Kalau tanaman yang belum bisa dipanen upayakan untuk segera didirikan dan diikat secara manual menggunakan tambang atau tali. Karena risikonya pada saat produksi panen akan menurun dan padi menjadi rusak," kata dia.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar