#pertanian#Anginkencang#Lamsel

Angin Kencang Robohkan 15 Hektare Tanaman Padi di Palas

( kata)
Angin Kencang Robohkan 15 Hektare Tanaman Padi di Palas
Petani tengah menegakkan tanaman padi yang ronoh di kecamatan Palas akibat diterpa angin kencang. (Foto:Lampost/Armansyah)


Kalianda (Lampost.co)-- Hujan disertai angin kencang dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan tanaman padi di wilayah Kecamatan Palas, Lampung Selatan, roboh. Tanaman padi yang roboh di dominasi tanaman yang dalam waktu dekat memasuki masa panen.

Berdasarkan pantauan Lampost.co,  tanaman padi yang roboh sebagian besar dialami oleh petani di Desa Baliagung, Kecamatan Palas. Sedangkan, areal persawahan lainnya hanya sebgai kecil seperti di Desa Kalirejo, Rejomulyo, Bandanhurip, Bumidaya dan Bumiasih.

Penyuluh Swadaya Desa Baliagung, I Ketut Purne, mengatakan setidaknya ada luasan sekitar 15 hektare tanaman padi milik petani desa setempat roboh setelah diterpa angin kencang disertai hujan. Tanaman padi yang roboh itu rata-rata telah berusia 50-55 hari setelah tanam (HST).

"Jadi, yang roboh ini hanya spot spotnya saja. Tapi, kalau ditotalin semua ada sekitar 15 hektare. Kemudian, rata-rata tanaman padi yang roboh itu sudah berbobot atau siap panen. Kemudian, lokasi yang masih ada airnya," kata dia, Minggu 3 Oktober 2021.

Menurut Ketua Kelompok Tani Darma Wijaya itu, dampak dari roboh tersebut tidak akan menimbulkan kerusakan yang fatal atau hingga puso. Petani masih bisa berupaya melakukan pengikatan batang padi supaya berdiri kembali.

"Kalau sampai puso enggak, karena masih bisa diikat dengan tali. Hanya mutu kualitas produksi panen atau gabahnya berkurang. Apalagi kalau enggak diikat sudah dipastikan nilai jualnya akan berkurang," kata dia.

Hal senada diungkapkan, Sekretaris Gapoktan Bersama Desa Bumidaya, Ulil Huda. Dia mengaku hujan disertai angin kencang dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan tanaman padi roboh. Meski demikian, ia belum mengetahui secara pasti total luasan tanaman padi yang roboh.

"Di areal persawahan kami memang ada. Tapi, tidak begitu luas dan itu pun petani langsung melakukan pengikatan. Meski demikian, ia berharap kedepan tanaman padi bisa menghasilkan produksi yang meningkat hingga memasuki masa panen tanpa ada gangguan apapun," kata dia.

Sementara itu, Kepala UPTD Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Palas, Tarmijan mengaku sejauh ini pihaknya hanya mendapatkan laporan dari petani seluas 15 hektare yang terdampak dari angin kencang tersebut 

"Yang masuk ke kami hanya ada luasan 15 hektare tanaman padi yang roboh. Selebihnya ada beberapa desa melaporkan hanya spot spot sedikit. Ya, mudah-mudahan hanya itu sja yang roboh. Soalnya sebentar lagi akan memasuki masa panen," kata dia. 

Sri Agustina







Berita Terkait



Komentar