#cuacaekstrem#beritalampung#anginkencang#bmkg

Angin Kencang, Nelayan di Lamsel Enggan Melaut

( kata)
Angin Kencang, Nelayan di Lamsel Enggan Melaut
Beberapa nelayan di Dermaga Bom Kalianda, Lampung Selatan, saat memperbaiki jaring lantaran tidak melaut, Kamis (9/1/2020). Lampost.co/Armansyah

Kalianda (Lampost.co): Cuaca ekstrem yang melanda perairan pesisir Lampung Selatan dalam beberapa hari terakhir membuat sejumlah nelayan di Kecamatan Rajabasa dan Kalianda, enggan melaut. Pasalnya, nelayan tidak mau ambil resiko karena perairan laut sedang dilanda angin kencang.

Selama tidak melaut, beberapa nelayan di wilayah setempat lebih memilih berdiam diri di rumah. Selain itu, sebagian nelayan mengisi waktu untuk memperbaiki jaring dan perlengkapan tangkap ikan lainnya. 

Winarno, 40, salah satu nelayan di Dermaga Bom Kalianda mengatakan saat ini kondisi cuaca di laut sedang mengalami angin kencang dan gelombang tinggi. Jika nelayan memaksakan melaut, maka keselamatan nelayan sangat beresiko.

"Gelombang laut masih tinggi. Kalau saya paksa melaut, malah sangat beresiko pada diri saya sendiri. Saya lebih memilih berlibur dulu dengan mengisi kesibukan untuk memperbaiki dapur rumah yang rusak," katanya, Kamis, 9 Januari 2020.

Hal senada dikatakan, Santawi, 43, nelayan asal Desa Waimuli, Kecamatan Rajabasa. Dia mengaku sejak tiga hari terakhir tidak melaut akibat cuaca laut yang ekstrem. Ia lebih memilih untuk memperbaiki perahu dan alat tangkap.

"Saat ini saya hanya bisa mengisi hari-hari dengan membetulkan perahu dan jaring. Walaupun sesekali melaut, namun tidak berani jauh dari bibit pantai karna anginnya yang terlalu kencang," kata dia.

Dia mengatakan kondisi laut kini kerap terjadi angin kencang disertai hujan lebat. Kondisi cuaca saat ini bukan hanya dilaut, tapi di daratan juga cukup ekstrem.

"Cuaca ekstrem tidak hanya nelayan yang takut, mas. Tapi, masyarakat yang berada di daratan juga khawatir karena kemaren saja ada rumah yang tertimpa pohon tumbang akibat angin kencang dan hujan deras," ujarnya.

Adi Sunaryo



Berita Terkait



Komentar