#Pilkada#PilkadaBandarLampung

Anggota Komisi II Sebut Sirekap Tak Ada Manfaat bagi Masyarakat

( kata)
Anggota Komisi II Sebut Sirekap Tak Ada Manfaat bagi Masyarakat
Kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI ke Lampung. MTVL/Putri Purnama


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Golkar Hanan A Rozak mengatakan bahwa masyarakat tidak merasakan manfaat Sirekap sebagai alat penghitung suara cepat dalam Pilkada serentak 2020.

"Sirekap jelas tidak ada manfaatnya untuk masyarakat, nggak tau kalau untuk KPU," ujarnya Rabu, 3 Februari 2021.

Hanan A Rozak yang turut hadir bersama Ketua Komisi II DPR RI untuk melaksanakan kunjungan kerja evaluasi pelaksanaan pilkada serentak 2020 di Hotel Bukit Randu, Bandar Lampung, juga mengatakan penggunaan sirekap terkesan dipaksakan.

"Mengapa kemarin dipaksakan untuk ambil langkah itu. Karena tidak sedikit anggaran Pilkada, Rp4 triliun dari pemerintah pusat yang keluar, kedepannya harus ada perbaikan sistem," kata dia.

Kritik tersebut dijawab langsung oleh Ketua KPU Provinsi Lampung Erwan Bustami mengatakan bahwa penggunaan sirekap memang sedikit terkendala dalam penerapannya.

"Sirekap targetnya menjadi informasi publik yang bisa lebih cepat tapi karena ada beberapa kendala, kami menyelesaikannya berbarengan dengan rekap manual kabupaten/kota," kata dia.

Kedepan, lanjut Erwan, pihaknya telah memikirkan beberapa solusi untuk beberapa kendala yang ada. Seperti melakukan proses pemutakhiran data pemilih yang dilakukan oleh KPU masing-masing kabupaten/kota setiap bulannya.

"Meski tidak ada pemilihan umum, setiap bulannya harus ada pleno pemutakhiran data pemilih by name by address, tapi kendalanya selalu ada di dinas dukcapil. Disini saya mohon agar Komisi II dapat menjembatani ke Mendagri agar kamimemiliki akses catatan kependudukan yang update," kata dia.

Winarko







Berita Terkait



Komentar