#khilafatulmuslimin#lampungtengah

Anggota Khilafatul Muslimin Lamteng Berikrar Setia NKRI

( kata)
Anggota Khilafatul Muslimin Lamteng Berikrar Setia NKRI
Seorang wanita eks Khilafatul Muslimin usai membacakan ikrar dan bersetia kepada NKRI menangis saat mencium sang saka merah putih di Mapolres Lamteng, Jumat, 24 Juni 2022. (Lampost.co/Raeza Handanny Agustira)


Gunungsugih (Lampost.co) -- Sejumlah anggota Khilafatul Muslimin di Lampung Tengah (Lamteng) mengikuti upacara pelepasan baiat dan berikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).  

Pelepasan baiat sekaligus pembacaan ikrar itu diikuti oleh tiga perempuan dan enam laki-laki. Satu dari tiga perempuan tersebut masih anak-anak. Upacara yang digelar di Mapolres Lamteng itu disaksikan Kasat Intel Polres Lamteng, Kasat Binmas Polres Lamteng, Ketua MUI, Kepala Kantor Kemenang Lamteng, serta Kepala Kesbangpol. Ada lima ikrar yang dibacakan oleh anggota Khilafatul Muslimin Lamteng antara lain setia dan patuh pada Pancasila, UUD 1945, setia terhadap NKRI.

Kasat Intelkam Polres Lampung Tengah, AKP Sukoco menerangkan ada sembilan orang yang mengikuti ikrar tersebut. Selain itu, ada dua anggota Khilafatul Muslimin yang tidak bisa hadir karena ada keperluan. Namun, keduanya sudah menandatangani ikrar dan telah menyatakan setia pada NKRI.

"Kami sangat bersyukur kepada Allah yang telah melimpahkan hidayah dan inayahnya. Karena sembilan anggota Khilafatul Muslimin menyatakan keluar dari baiat Khilafatul Muslimin dan setia kepada NKRI. Atas nama negara, kami bertanggung jawab penuh terhadap keberadaan bapak dan ibu (eks Khilafatul Muslimin) untuk melindungi dari hal-hal yang negatif," kata Sukoco saat dikonfirmasi Jumat, 24 Juni 2022. 

Menurutnya, hal itu merupakan salah satu upaya yang dilakukan Polri untuk menyelamatkan anggota Khilafatul Muslimin. Sebab pimpinan tertingginya sudah ditangkap polisi dengan tuduhan menyebarkan berita bohong dan memengaruhi orang lain untuk berseberangan dan menentang pemerintahan yang ada dan sah saat ini.

"Alhamdulillah kegiatan mereka semua bisa kami ketahui dan belum terlalu jauh. Hal ini kami lakukan sebagai langkah penyadaran terhadap anggota Khilafatul Muslimin," ujarnya.

Sukoco menegaskan tidak ada satu pun aturan atau undang-undang yang melarang umat Islam untuk mempelajari Al-Qur'an dan hadis di NKRI. 

"Yang dilarang itu ajaran atau ajakan  untuk menentang dan melawan pemerintahan yang sah," tegasnya.

Baca juga: Jemaah Khilafatul Muslimin Bandar Lampung Serahkan Atribut dan Kembali ke Ideologi Pancasila

Di sisi lain, Kepala Kantor Kesbangpol Lampung Tengah Sugandi menerangkan pihaknya akan melaporan hasil kegiatan hari ini kepada Bupati Musa Ahmad untuk menyiapkan program peningkatan kesejahteraan kepada eks anggota Khilafatul Muslimin. 

"Kami akan siapkan program bagi mereka, supaya ke depan dapat lebih baik lagi," kata Sugandi.

Sementara itu, Khairul selaku eks tarbiyah Khilafatul Muslimin mengaku akan mengikuti aturan pemerintah dan kembali setia kepada NKRI.

"Iya, kami setia kepada NKRI, karena kami sebagai warga negara Indonesia harus taat pada aturan yang ada di negara ini," ujar Khairul.

Pihaknya belum bisa menyampaikan harapannya terhadap pemerintah kabupaten Lampung Tengah usai pencabutan baiat dan berikrar setia kepada NKRI.

"Harapan saya seperti apa kepada pemerintah, saya belum bisa sampaikan. Kami ikuti saja program mereka," kata Khairul.

 

 

Wandi Barboy






Berita Terkait



Komentar