#lampung#lambar#dprd

Anggota DPRD Lambar Pertanyakan Ketidakhadiran 2 Pimpinan

( kata)
Anggota DPRD Lambar Pertanyakan Ketidakhadiran 2 Pimpinan
DPRD Lampung Barat menggelar paripurna pembentukan perda prioritas di 2020. Lampost.co/Eliyah

Liwa (Lampost.co) -- Rapat paripurna pembahasan penyampaian program pembentukan peraturan daerah Lampung Barat dan penyampaian kata akhir fraksi terhadap hasil pembahasan rancangan APBD TA 2020, Senin, 25 November 2019, tidak dihadiri Wakil Ketua I Sutino dan Wakil Ketua II Erwansyah. Ketidakhadiran kedua pimpinan itu mengundang pertanyaan sejumlah anggota DPRD Lampung Barat.

Pertanyaan itu antara lain disampaikan anngota legislatif asal Nasdem Erwin Suhendra melalui interupsinya saat Ketua DPRD Edi Novial membuka rapat paripurna.

Erwin mengatakan sidang paripurna itu merupakan rapat tertinggi di lembaga dewan yang seyogianya semua pimpinan harus ada. "Tidak elok jika rapat paripurna seperti ini hanya dihadiri 1 dari tiga pimpinan saja. Ke mana dua pimpinan lainnya dan apa alasannya tidak hadir perlu dipertanyakan. Jika ini menyalahi aturan, lebih baik rapat ini ditunda saja. Tapi jika sesuai aturan, silakan dilanjutkan," katanya.

Hal senada juga disampaikan anggota legislatif dari PKS Noviadi. Dia menyampaikan ketidakhadiran kedua pimpinan DPRD dalam paripurna ini  secara etika akan kurang baik terutama di mata publik apalagi paripurna ini merupakan agenda pengambilan keputusan. "Kalau untuk paripurna keputusan program pembentukan perda, itu tidak ada masalah. Namun, untuk pengambilan keputusan APBD 2020, sebaiknya harus dihadiri seluruh pimpinan. Untuk itu, saya berpendapat agar rapat ini untuk diskors," kata Noviadi.

Sementara itu, Ismun Zani dalam interupsinya, menyampaikan jika ketentuan menggelar rapat paripurna adalah jumlah kehadiran seluruh anggota yaitu minimal 2/3 anggota. Untuk jumlah kehadiran sudah memenuhi ketentuan, hanya saja dua pimpinan yang tidak hadir. Hal ini tidak ada masalah karena itu silakan dilanjutkan.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Edi Novial atas persetujuan anggota lainnya secara bersama akhirnya membuka dan melanjutkan rapat itu. Tak lama kemudian rapat diskors untuk keperluan isoma.

Muharram Candra Lugina



Berita Terkait



Komentar