#PENGANIAYAAN#LP-ANAK

Anggota DPR RI Soroti Dugaan Penganiayaan Napi Anak LPKA Bandar Lampung

( kata)
Anggota DPR RI Soroti Dugaan Penganiayaan Napi Anak LPKA Bandar Lampung
Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung menyelidiki penganiayaan terhadap RF (17), warga binaan Lapas Anak, hingga meninggal dunia. Dok


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Anggota Komisi III DPR RI Taufik Basari menyoroti dugaan penganiayaan terhadap narapidana anak yang terjadi di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandar Lampung di Tegineneng, Pesawaran.

Politikus NasDem tersebut, meminta Polda Lampung mengusut tuntas peristiwa tersebut dan mencari informasi secara rinci asal muasal peristiwa, dan memeriksa seluruh pihak yang diduga terlibat atau lalai dalam menjalankan tugas.

"Saya meminta agar Polda Lampung mengusut tuntas kejadian ini," ujar Taufik Basari melalui telepon, Kamis, 14 Juli 2022.

Dia juga meminta Kanwil Kemenkumham Lampung membantu dan tidak menutupi proses penyelidikan yang ditangani kepolisian. Apalagi, Kanwil Kemenkumham Lampng, memang mitra kerja dari Komisi III DPR RI, terutama Taufik Basari yang berasal dari Dapil Lampung.

"Saya juga meminta agar pihak kanwil kemenkumham Lampung membantu aparat penegak hukum serta melakukan evaluasi internal," katanya.

Kasus perundungan dan penganiayaan narapidana anak di LP Khusus Anak Kelas II Bandar Lampung di Tegineneng, Pesawaran, ternyata tak hanya terjadi kali ini.

Baca juga: Narapidana Meninggal di Lapas Anak Didiagnosa DBD dan Pembengkakan di Kepala

Warga binaan RF (17) ,warga Bandar Lampung, meninggal dunia, pada Senin, 12 Juli 2022 diduga ia meninggal akibat luka-luka usai dianiaya oleh sesama napi. Kejadian penganiayaan pernah terjadi pada 2021. Seorang warga binaan LPKA IIA Bandar Lampung berinisial DDP (18) mencoba bunuh diri dengan meminum cairan racun rumput, pada medio April 2021. Hal tersebut dilakukannya diduga karena menjadi korban perundungan dan penganiayaan sesama narapidana berinisial F, hingga ia dirawat di RS Ahmad Yani, Metro.

"Iya, dulu juga saya pendampingan terhadap perkara serupa, setahun lalu, sampai minum racun rumput karena jadi korban perundungan," ujar Sukriadi Siregar, kuasa hukum yang pernah mendampingi korban dalam penganiayaan di LPKA, Rabu, 13 Juli 2022.
 

Wandi Barboy






Berita Terkait



Komentar