#KEMENDIKBUDRISTEK#TIMBAYANGAN

Anggota DPR Desak Nadiem Segera Klarifikasi Tim Bayangan

( kata)
Anggota DPR Desak Nadiem Segera Klarifikasi Tim Bayangan
Mendikbudristek, Nadiem Makarim. Foto: Instagram


Jakarta (Lampost.co) -- Anggota Komisi X DPR RI, Dede Yusuf, mendesak Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim segera mengklarifikasi keberadaan tim bayangan yang beranggotakan 400 orang. Sebab, Nadiem sudah menyebutnya di forum resmi internasional dan diviralkan melalui media sosial Instagram miliknya.

"Ini bukan slip of the tongue, bukan keceplosan lidah tetapi menjadi pengakuan yang dibanggakan di forum internasional," ujar Dede menyesalkan pernyataan Nadiem ketika dihubungi Media Indonesia, Minggu, 25 September 2022.

Dede menyebut DPR akan meminta Nadiem menjelaskan keberadaan tim tersebut. Saat ini, anggota DPR masih menjalankan tugas di masing-masing daerah, sehingga belum sempat membahasnya. "Harus diklarifikasi menterinya, menteri harus jelaskan ke publik. DPR akan mempertanyakan itu siapa orangnya," kata dia.

Politikus Partai Demokrat itu menyebut jumlah 400 anggota sangat gemuk bagi instansi kementerian yang memiliki banyak ASN. Apalagi, ketua atau manajernya disebut setara direktur jenderal.

"Kalau sampai 400 secara kasat mata gemuk banget lah. Kami kan setiap saat ketemu Mendikbud, yang mana sih orangnya? Yang dibilang setara dirjen itu yang mana? Tolong dijelaskan yang mana, tugasnya apa, kewenangannya apa, lalu apakah dengan adanya 400 ini outputnya menjadi lebih baik?," tegas dia.

 Dede menuturkan kebijakan di kementerian seharusnya diambil oleh pejabat yang diberi wewenang oleh negara. Nadiem mestinya memaksimalkan ASN di Kemendikbudristek sebagai bagian dari timnya.

Sebab, ASN yang direkrut memiliki keahlian atau kualifikasi tertentu. Dede menyebut seseorang tidak asal jadi ASN dan sudah diperhitungkan ditempatkan di kementerian tertentu. "Apakah tidak mempercayai yang sudah ada. Artinya sama saja distrust kepada dirjen, direktur, dan lain-lain," kata dia.

Dede menjelaskan saat ini isu krusial yang harus dibahas terkait RUU Sisdiknas dan rekrutmen PPPK guru yang masih carut-marut. Dia tidak ingin ada persoalan lain yang justru bisa mengaburkan isu-isu krusial tersebut.

Deni Zulniyadi








Berita Terkait



Komentar