#LampungSelatan#Anggaran#SerapangAnggaran

Anggaran Tiga Paket Proyek Kembali ke Kasda

( kata)
Anggaran Tiga Paket Proyek Kembali ke Kasda
Ilustrasi. MI/ROMMY PUJIANTO

KALIANDA (Lampost.co) -- Tiga paket proyek di Rumah Sakit  Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar Kalianda tahun 2019 dipastikan gagal dilaksanakan.

Dipastikan juga anggarannya bakal kembali ke Kas Daerah (Kasda) dan menjadi SILPA. Hal ini diduga salah satu penyebab penyerapan APBD Lamsel tahun 2019 lambat. Pasalnya, kini penyerapan anggaran baru 52,45 persen.

Hal tersebut diungkapkan salah satu anggota Unit Layanan Pengadaan (ULP) di Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (BLPBJ) Sekretariat Kabupaten Lampung Selatan Broto Wahyu Satriotomo, Kamis, 3 Oktober 2019, ketika ditemui di ruangan Kelompok Kerja (Pokja ULP).

Menurut Broto Wahyu Satriotomo, ketiga paket proyek yang gagal tidak dapat dilaksanakan tender (lelang,red) lagi. Karena, waktunya tidak memungkinkan untuk dilaksanakan pekerjaanya dengan waktu yang tersisa dua bulan lagi.

Proyek proyek tersebut antara lain pembangunan gedung oksigen di RSUD Bob Bazar Kalianda Rp743.944.513,70, pengembangan gedung ruang kelas dua RSUD Bob Bazar Kalianda Rp1.099.931.797.97 dan pembangunan talut dan pagar di RSUD Bob Bazar Kalianda Rp1.379.980.274.64.

"Tiga paket proyek tersebut sudah dua kali ditenderkan. Tapi, tidak ada yang lulus di teknis penawaran. Kami sudah laporkan ke PPK secara tertulis. Namun, hingga kini belum ada jawaban. Tapi, kalau secara lisan dari PPK- nya dari sisa waktunya tidak cukup dalam waktu dua bulan ini," ujarnya.

Lebih lanjut dia, menjelaskan tiga paket proyek itu ditenderkan pada Agustus 2019 dan kembali ditenderkan ulang pada September 2019. Sebenarnya, perusahaan dari para rekanan yang melakukan penawaran cukup banyak.

"Tapi, rata - rata gugur ditahapan teknis berupa uraian pelaksanaan pekerjaan," jelasnya.

Dilain pihak, Pelaksana tugas (Plt) Kepala DPU-PR Lampung Selatan Agustinus Oloan, ketika hendak dikonfirmasi Lampost.co, tidak ada di kantornya dan pada saat dihubungi dalam kondisi tidak aktif.

Sebelumnya diberitakan Lampost.co, Hingga kini penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lampung Selatan baru mencapai 52,54 persen atau Rp1,15triliun dari pagu APBD Lamsel sebesar Rp2,19 triliun.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Lampung Selatan Fredy SM, Selasa, 1 Oktober 2019, ketika ditemui di ruang kerjanya.

Menurut Fredy, pada akhir Oktober 2019 penyerapan anggaran  ditargetkan berkisar antara 60 persen - 70 persen. Sementara, pada November 2019 penyerapan anggaran ditargetkan sebesar diatas 80 persen.

"Oleh sebab itu, kami mengimbau kepada para rekanan untuk segera melaksanakan pekerjaan fisiknya. Sebab, sebentar lagi musim penghujanApabila, proses kontraknya sudah selesai," katanya.

Disinggung mengapa penyerapan anggaran tahun 2019 ini terjadi keterlambatan, Fredy, menyatakan akibat proses lelangnya lambat. Sebab, banyak paket proyek yang harus tender (lelang,red) harus ulang.

"Kemungkinan, dalam proses tender banyak yang tidak memenuhi persyaratan," tegasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Lampost.co, terdapat  sekitar 81 paket proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Lamsel kini tengah proses tender ulang. Hal ini karena faktor paket proyek tidak ada yang menawar dan banyak rekanan tidak memenuhi persyaratan.

Lalu, dari 81 paket proyek yang ditender ulang tersebut rata - rata jenis pekerjaannya berupa insprastruktur jalan. 

Juwantoro



Berita Terkait



Komentar