#Infrastruktur#jalan

Anggaran Perbaikan Jalan di Lampung Rp250 Miliar

( kata)
Anggaran Perbaikan Jalan di Lampung Rp250 Miliar
Ilustrasi: Pekerja memperbaiki jalan dengan cara menyapu lubang, di sepanjang jalan raya Candimas, Natar, Lampung Selatan. Lampost.co/Sukisno


Bandar Lampung (Lampost.co) -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memprioritaskan dua hal dalam pembiayaan pembangunan jalan lini besar baik pinjaman maupun investasi. 

"Untuk pembiayaan berkala dan periodik serta rutin semoga bisa ter-cover oleh anggaran pendapatan dan belanja negara (APBD)," kata Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, Febrizal Levi saat ditemui di Gedung Pusiban, Senin, 7 Juni 2021. 

Prioritas pertama adalah perbaikan jalan rusak berat yang menjadi tumpuan ekonomi warga, seperti jalan di wilayah utara Lampung meliputi Lampung Utara, Tulangbawang Barat, Way Kanan, Lampung Tengah, tepatnya di Kota Gajah, Simpang Randu, dan sejumlah titik lain. 

Baca: Warga Candipuro Berharap Perbaikan Jalan Penghubung

 

"Untuk daerah-daerah yang saya sebut merupakan titik yang jalannya sangat berguna untuk menopang serta meningkagkan perekonomian masyarakat," jelasnya. 

Pemprov juga akan memperbaiki jenis jalan dengan kerusakan sedang, namun jalan tersebut mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

"Jadi disitulah prioritas utama kita yang mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kewilayahan," katanga. 

Ia melanjutkan, terdapat jalan yang prioritas namun tidak utama. Yakni, meliputi jalan yang rusak berat namun kurang mampu meningkatkan ekonomi.

"Untuk tender belum jalan karena ada beberapa review dan perencanaan. Kami berusaha membangun secara komplet dari badan, bahu, hingga drainase jalan," katanya. 

Pihaknya berusaha meninjau ulang jalan yang tidak dilengkapi drainase sehingga nantinya dibuatkan dan dihubungkan dengan infastruktur tersebut. 

"Kami juga akan melibatkan masyarakat melalui program padat karya," jelasnya. 

Total anggaran perbaikan ini mencapai Rp250 miliar sudah dipotong recofusing dari jumlah sebelumnya sekitar Rp280 miliar.

"Refocusing sudah dilakukan dua kali. Hal ini menjadikan Pemprov harus melakukan beberapa alokasi dan tidak bisa dihabiskan karena takut nantinya ada refocusing lagi," tutup dia.

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar