#kerusuhan#pencurian#amukmassa

Ancaman Serangan Warga Disebut Buntut Pengeroyokan Pelaku Pencurian di Sindangsari Lamsel

( kata)
Ancaman Serangan Warga Disebut Buntut Pengeroyokan Pelaku Pencurian di Sindangsari Lamsel
Ratusan warga dari Desa Gunungsugih Besar, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur akan menyerang Desa Sindang Sari, Kecamatan Tanjungbintang, Lampung Selatan, Minggu malam, 28 November 2021. Istimewa


Kalianda (lampost.co) -- Rencana penyerangan sekelompok warga ke Desa Sindangsari, Kecamatan Tanjungbintang, Lampung Selatan (Lamsel) diduga disebabkan aksi main hakim warga setempat terhadap pelaku percobaan pencurian yang terjadi sehari sebelumnya. 

Berdasarkan informasi yang dihimpunan Lampost.co, kejadian pencurian itu tepergok warga yang sedang ronda hingga berujung pada amuk massa dan mengakibatkan meninggalnya salah seorang pelaku pada Sabtu 27 November 2021, sekitar pukul 00.30 WIB.

Kejadian bermula saat pelaku bersama dua rekannya sedang berusaha mendongkel pintu depan rumah korban berinisial PO (45), warga Desa Sindangsari. Nahas, aksi ketiganya diketahui salah seorang warga dan diteriaki maling hingga membuat massa berhamburan mencari pelaku. 

Baca: Desa Sindangsari Lamsel Kondusif Usai Kabar Penyerangan dari Lamtim

 

Setelah terkepung warga, salah satu pelaku ditangkap dan dihakimi warga hingga meninggal dunia, sedangkan dua orang rekannya berhasil melarikan diri. 

Pelaku yang tewas itu adalah SL (19) warga Desa Gunungsugih Besar, Kecamatan Sekampung Udik, Lampung Timur, itu dievakuasi ke Rumah Sakit Abdul Moeloek (RSUDAM), Kota Bandar Lampung. 

Kapolres Lamsel, AKBP Edwin membenarkan bahwa terjadi aksi massa terhadap pelaku pencurian tersebut. 

"Kejadian berawal dari aksi curat yang kepergok," kata dia, Senin, 29 November 2021. 

Kejadian yang berbuntut pada isu provokatif di desa asal pelaku tersebut, kata AKBP Edwin, menjadikannya meningkatkan koordinasi dengan Polda Lampung, Polres Lampung Timur, khususnya Polsek Sekampung Udik. 

"Kami sudah koordinasi sejak tadi malam," ujarnya. 

Sobih AW Adnan







Berita Terkait



Komentar