covid-19internasional

Ancaman Kelaparan di Tengah Pandemi Melanda Anak di Yaman

( kata)
Ancaman Kelaparan di Tengah Pandemi Melanda Anak di Yaman
AFP Sumber: https://mediaindonesia.com/read/detail/323930-jutaan-anak-di-yaman-terancam-kelaparan

Bandar Lampung (Lampost.co) -- Jutaan anak-anak di Yaman terancam menderita kelaparan, terlebih saat ini negeri tersebut sedang menghadapi pandemi korona (covid-19). Peringatan itu disampaikan Badan anak-anak PBB, Jumat, 27 Juni 2020. Terlebih Yaman sedang dalam peperangan dan mengalami penuruna bantuan kemanusiaan.

Prediksi gamblang datang dalam laporan UNICEF yang baru, Yemen Five Years On: Children, Conflict and Covid-19. Dikatakan, jumlah anak-anak Yaman yang kurang gizi dapat mencapai 2,4 juta pada akhir tahun ini atau meningkat 20% dari angka saat ini.

“Ketika sistem kesehatan dan infrastruktur di Yaman yang hancur berjuang untuk mengatasi virus korona, situasi yang sudah mengerikan bagi anak-anak kemungkinan akan memburuk secara signifikan,” ujar UNICEF.

Infrastruktur perawatan kesehatan Yaman yang buruk tidak siap untuk memerangi pandemi covid-19 setelah perang selama lima tahun antara koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi dan pemberontak Houthi yang didukung Iran.

Perang, yang sebagian besar mengalami kebuntuan, juga memicu krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Konflik meletus pada 2015 ketika koalisi yang dipimpin Saudi melakukan intervensi militer atas nama pemerintah yang diakui secara internasional, yang dipaksa Houthi lari ke pengasingan ketika mereka menyerbu ibu kota Yaman, Sanaa, dan sebagian besar wilayah utara tahun sebelumnya. 

Semakin buruk Situasi di Yaman diperkirakan akan semakin buruk karena negara-negara donor baru-baru ini mengurangi bantuan. Yaman telah secara resmi mencatat lebih dari 1.000 kasus covid-19, ter masuk 275 kematian. Namun, angka sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi karena kemampuan pengujian sangat terbatas.

“Jika kita tidak menerima dana mendesak, anak-anak akan terdorong ke ambang kelaparan dan banyak yang akan meninggal,” kata Sara Beysolow Nyanti, perwakilan UNICEF untuk Yaman. “Komunitas internasional akan mengirim pesan, nyawa anak-anak... tidak penting.”

UNICEF juga memperingatkan jika dana US$54,5 juta tidak di cairkan untuk bantuan kesehatan dan gizi pada akhir Agustus, lebih dari 23.000 anakanak akan menghadapi risiko kematian yang meningkat karena kekurangan gizi akut. Ia juga mengatakan 5 juta anak lainnya di bawah usia 5 tahun tidak akan memiliki akses ke vaksin melawan penyakit mematikan.

Laporan UNICEF muncul setelah peringatan kepala kemanusiaan PBB Mark Lowcock yang mengatakan kepada rapat tertutup Dewan Keamanan bahwa Yaman dapat jatuh dari tebing tanpa dukungan keuangan besar-besaran. Lowcock menambahkan covid-19 menyebar dengan cepat di seluruh negara termiskin di dunia Arab itu, menewaskan se kitar 25% dari kasus yang di konfirmasi lima kali dari rata-rata global.

Pihaknya juga melaporkan bahwa sistem pelayanan kesehatan Yaman sudah berada di ambang kehancuran karena menangani penyakit seperti kolera, malaria, dan demam berdarah, serta pandemi virus korona. Setengah dari fasilitas kesehatan Yaman tidak berfungsi dan 18% dari 333 distrik di negara itu tidak memiliki dokter.

Sistem air dan sanitasi telah runtuh sehingga wabah kolera berulang. Badan anak-anak PBB juga memperingatkan hampir 7,8 juta anak tak bersekolah, menjadi pekerja anak, pernikahan dini, hingga perekrutan ke dalam kelompok bersenjata. Sekitar 9,6 juta anak-anak tidak memiliki akses yang memadai ke air bersih, sanitasi, atau kebersihan dan dua pertiga dari sekitar 30 juta orang di negara itu bergantung pada bantuan makanan.

 

Media Indonesia



Berita Terkait



Komentar