#Terorisme#Radikalisme

Analis Intelijen Ungkap Deretan Lone Wolf di Indonesia

( kata)
Analis Intelijen Ungkap Deretan Lone Wolf di Indonesia
radikalisme, terorisme, teror, teror bom, aksi teror, lone wolf


Jakarta (Lampost.co) -- Sejumlah teror seorang diri (lone wolf) terjadi di Indonesia. Teror sudah sejak 2015 hingga saat ini.

“Pertama, lone wolf saat teror bom di Mal Alam Sutera, Tangerang,” kata analis intelijen dan terorisme Universitas Indonesia, Stanislaus Riyanta, dalam keterangan tertulis, Minggu, 4 April 2021.

Aksi teror itu dilakukan Leopard Wisnu Kumala. Dia meledakkan bom di toilet lantai LG Mal Alam Sutera pada Rabu 28 Oktober 2015.

Awalnya, Leopard terlilit utang Rp20 juta. Akibat semakin terdesak, dia memeras pihak Mal Alam Sutera dengan ancaman bom.

Leopard meminta 100 bitcoin (uang elektronik) atau setara Rp300 juta dari Mal Alam Sutera. Tiga kali tak digubris, Leopard kesal. Dia meledakkan bom jenis TATP (triacetone triperoxide) di lantai LG Mal Alam Sutera, Kota Tangerang, sekitar pukul 12.05 WIB. Ledakan tersebut melukai Fian, seorang karyawan mal.

Aksi lone wolf lainnya terjadi di Gereja Katolik Santo Yosep, Medan, Sumatra Utara, pada 28 Agustus 2016. Pelakunya seorang remaja berusia 18 tahun yang berupaya melakukan bom bunuh diri.

Namun, aksi itu berhasil digagalkan. Tak ada korban jiwa, namun pelaku terluka parah. Setelah diselidiki, ada bom rakitan yang belum meledak dan benda tajam seperti pisau di dalam tas pelaku.

“Lalu penyerangan polisi di Pos Lantas Cikokol pada Oktober 2016 yang dilakukan seorang pemuda berusia 22 tahun,” ujar Stanislaus.

Kemudian, aksi penusukan terhadap dua anggota Brimob di Masjid Falatehan, Jakarta Selatan, pada 30 Juni 2017. Pelakunya berusia 28 tahun.

Aksi teror lone wolf juga terjadi di Gereja St Ludwina Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada 11 Februari 2018. Pelaku yang berusia 23 tahun itu menyerang Romo dan dua jemaat lainnya dengan pedang.

“Pada 3 Juni 2019, ada serangan bom di Pos Polisi Kertasura yang dilakukan oleh pemuda berusia 23 tahun,” tutur Stanislaus.

Pelaku berprofesi sebagai pedagang gorengan. Dia dikenal jarang bergaul, pendiam, dan tertutup.

Teranyar, aksi teror lone wolf terjadi di Mabes Polri, Jakarta Selatan. Suara tembakan mulai terdengar sekitar pukul 16.30 WIB, Rabu, 31 Maret 2021.

 Awalnya, terdengar suara tembakan dua kali dari dalam gedung Bareskrim. Kemudian suara lain yang diduga tembakan susulan. Berdasarkan hasil forensik, pelakunya seorang perempuan, ZA, 25. ZA terpapar ideologi radikal kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Abdul Gafur







Berita Terkait



Komentar