#rusiaukraina#internasional

Amerika Berupaya Pasok Jet Tempur ke Ukraina

( kata)
Amerika Berupaya Pasok Jet Tempur ke Ukraina
Jet tempur Sukhoi milik Rusia. Foto: AFP


Kiev (Lampost.co) -- Amerika Serikat (AS) bekerja sama dengan Polandia dan berkonsultasi dengan sekutu Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) lainnya agar negara-negara tersebut memasok pesawat tempur ke Ukraina. Jet tempur itu nantinya untuk digunakan melawan pasukan Rusia.

Gagasan itu ditolak beberapa anggota aliansi dari Eropa timur. Sementara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky membuat permohonan putus asa bagi Eropa timur untuk menyediakan pesawat buatan Rusia ke negaranya selama panggilan video dengan anggota parlemen AS pada Sabtu 5 Maret.

Baca juga: 33 Orang Tewas Akibat Bombardir Rusia di Kota Chernihiv

Beberapa mengatakan, setelah permohonan itu, mereka mendukung transfer pesawat yang dapat melibatkan pesawat buatan Rusia dengan pilot Ukraina terlatih.

Zelensky berbicara kepada anggota parlemen saat mereka mempertimbangkan permintaan Presiden Joe Biden untuk tambahan dana USD10 miliar guna menanggapi invasi Rusia. Sementara pemerintah mempertimbangkan larangan impor minyak Rusia.

“Pemerintahan Biden sedang mempertimbangkan untuk mencari pengganti jet tempur yang mungkin dikirim Polandia dari armadanya ke Ukraina,” ujar Juru Bicara Gedung Putih, seperti dikutip The Strait Times, Minggu 6 Maret 2022.

“Keputusan itu dibuat Polandia. Tapi, ada tantangan logistik dan lainnya, termasuk bagaimana mentransfer pesawat dari Polandia ke Ukraina,” kata juru bicara itu.

“Bukan rahasia lagi permintaan tertinggi yang kami miliki adalah jet tempur, pesawat serang, dan sistem pertahanan udara,” kata Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba kepada wartawan dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken di perbatasan Polandia-Ukraina.

Diskusi tersebut melibatkan kemungkinan pengiriman jet tempur F-16 ke negara-negara, termasuk Polandia dan Slovakia. Namun, proses F-16 akan memakan waktu dan melibatkan penawaran dan pemberian kontrak, serta membangun pesawat khusus untuk negara itu dan memberikan pelatihan.

Dengan hampir 300 anggota Senat dan DPR dalam panggilan video, Zelensky memenangkan janji dukungan untuk persenjataan yang lebih banyak sambil menghadapi keengganan atas seruannya kepada kekuatan NATO untuk menegakkan zona eksklusi bagi angkatan udara Rusia. NATO dan AS mendeklarasikan zona larangan terbang akan berisiko terlibat perang dengan Rusia. 

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan sanksi Barat mirip dengan perang ketika pasukannya menekan serangan mereka di Ukraina pada hari ke-10 dan IMF memperingatkan konflik tersebut akan memiliki dampak parah pada ekonomi global.

Moskow dan Kiev saling menyalahkan atas gagalnya rencana gencatan senjata singkat untuk memungkinkan warga sipil mengevakuasi dua kota yang dikepung pasukan Rusia. Hingga saat ini invasi Rusia mendorong hampir 1,5 juta pengungsi ke barat ke Uni Eropa.

Putin mengatakan dia menginginkan Ukraina yang netral, demiliterisasi, dan didenazifikasi. "Sanksi yang dijatuhkan ini mirip dengan deklarasi perang tetapi syukurlah belum sampai ke sana," ujar Putin. 

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Naftali Bennett bertemu dengan Putin di Kremlin untuk membahas krisis sebelum kemudian berbicara dengan Zelensky.

Israel menawarkan untuk menjadi penengah dalam konflik tersebut, meskipun para pejabat meremehkan harapan untuk sebuah terobosan. 

Negosiator Ukraina mengatakan, putaran ketiga pembicaraan dengan Rusia mengenai gencatan senjata akan dilanjutkan pada Senin, meskipun Moskow kurang definitif. Dua putaran sebelumnya tidak berhasil dan Zelensky mengatakan Rusia harus terlebih dulu menghentikan pengeboman.

Effran Kurniawan







Berita Terkait



Komentar