#tafsir#amal#alquran

Alquran Rahmat untuk Semua Makhluk (1)

( kata)
Alquran Rahmat untuk Semua Makhluk (1)
dok MI

KALI ini kita akan membahas tentang petunjuk yang diberikan Allah swt. Kita mengawalinya dengan ayat yang menjelaskan kitab suci dan mata hati. Ada orang melek mata kepalanya tapi buta mata hatinya ada juga sebaiknya. Untuk itu semua sekaligus dia (Alquran) adalah rahmat. Untuk siapa itu semua? Untuk yang memanfaatkannya yakni orang-orang yang yakin.
Ada beberapa yang ingin saya terangkan tentang petunjuk. Petunjuk ada bermacam-macam semua dari Allah swt. Ada petunjuk naluri, pancaindra, akal, dan ada petunjuk hati. Petunjuk hati bisa berbentuk ajaran agama. 


Alquran memberikan petunjuk yang jelas. Dalam ragam petunjuk, petunjuk pancaindra itu lebih luas daripada petunjuk naluri karena naluri hanya petunjuk ke dalam, sedangkan indra berhubungan ke luar.  Tapi petunjuk akal jauh lebih luas daripada petunjuk pancaindra. Sedangkan petunjuk akal bisa meluruskan kesalahan petunjuk pancaindra.  

Saya beri contoh bintang kecil, akal berbicara bintang tidak kecil. Di sini petunjuk agama lebih luas lagi, dia memberi petunjuk pada akal dan meluruskan kesalahan-kesalahan akal. 
Alquran adalah petunjuk keagamaan. Karena itu, tidak ada ajaran Alquran yang bertentangan dengan akal bagi manusia. 

Alquran adalah rahmat. Keperihan hati melihat ketidakberdayaan orang lain yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu yang meringankan atau menghapus keperihan. 
Jika dia hanya kasihan, tapi tidak melakukan apa-apa itu belum rahmat. Rahmat Allah adalah limpahan karunia-Nya kepada semua makhluk.  

Maka Alquran adalah rahmat untuk semua makhluk. Karena Alquran merupakan petunjuk agama, agama itu hanya wajib dituntut dari manusia dan jiwa. Maka ini adalah rahmat untuk orang-orang yang yakin. 

Selanjutnya disebutkan apakah orang-orang yang melakukan dosa, melukai binatang buas yang menyerang mangsanya mengakibatkan sang mangsa terluka. Manusia yang melakukan kesalahan dosa melukai dirinya sendiri.   Jadi apakah orang yang melakukan kesalahan sehingga melukai dirinya sendiri, sama dengan orang-orang yang beramal saleh? Bisa jadi dia melukai orang lain. Tentu tidak sama. 

Sejauh mana ketidaksamaan ini? Bergantung dari sikap dosa yang dia lakukan. Orang-orang yang melakukan keburukan minimal melukai dirinya sendiri berbeda dengan orang yang melakukan amal saleh. Sejauh apa perbedaannya atau keburukannya? Keburukan itu bertingkat-tingkat. Dalam Alquran ada yang menamakan kesesatan yang sangat jauh ada juga yang sesatnya baru permulaan. 

"Mengerjakan amal saleh." Apa itu amal saleh? Amal adalah penggunaan daya. Kalau Anda menggunakan daya sendiri, berarti Anda beramal. 

Ada daya pikir, Anda berpikir anda beramal, ada daya kalbu. Anda bercinta anda beramal, daya hidup seperti semangat, itu beramal. Orang yang melakukan kegiatan menggunakan aneka dayanya, tapi itu sesuai dengan nilai-nilai yang ditetapkan, maka dia beramal saleh. 


 

MI

loading...

Berita Terkait

<<<<<<< .mine
loading...
||||||| .r621
loading...
=======
>>>>>>> .r624

Komentar