#PUPUK#PERTANIAN

Alokasi Pupuk Subsidi Berkurang, Sudin: Boleh Subsidi Silang Antardaerah

( kata)
Alokasi Pupuk Subsidi Berkurang, Sudin: Boleh Subsidi Silang Antardaerah
Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin saat diwawancarai usai peresmian Pusat Daur Ulang (PDU) sampah di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Metro Selatan, Kamis, 20 Oktober 2022. Lampost.co/Bambang Pamungkas


Metro (Lampost.co) -- Ketua Komisi IV DPR RI, Sudin menyebut subsidi silang pupuk antardaerah kini diperbolehkan.

Menurutnya, untuk mencukupi kebutuhan pupuk tentu harus ada kerjasama antardaerah. Suatu daerah yang memiliki kelebihan pupuk bisa menukarkan pupuk sesuai kebutuhan.

"Ini menjadi persoalan bersama. Ada wilayah yang sudah habis kuota pupuk bersubsidi. Bahkan, ada kota yang berlebihan kuotanya juga. Jadi peraturan Menteri Pertanian yang baru boleh memindahkan kuota pupuk subsidi tetapi harus ada pemberitahuan izin dari dinas terkait," kata dia saat menyambangi Kota Metro, Kamis, 20 Oktober 2022.

Dia menyebut, pertukaran pupuk tersebut semacam subsidi silang. Misal, pupuk NPK di suatu kecamatan habis, sementara urea nya masih banyak.

"Itu bisa tukar menukar antarkecamatan. Tapi tetap dengan izin, kalau tanpa izin maka tetap saja ilegal," kata dia.

Dia menjelaskan, untuk mekanismenya bisa dilaporkan ke dinas yang berurutan hingga ke Kementerian. Maka akan terdata dengan prosedur yang berlaku.

Meskipun ada peredaran pupuk subsidi di luar kabupeten tidak disebut ilegal asal mengantongi izin yang sesuai aturan.

"Itu enggak masalah. Kebetulan dua hari lalu saya dengan Direktur PT Pusri mengadakan diskusi dengan para petani. Pertanyaannya sama dan itu boleh. Yang penting ada pelaporannya," kata dia.

Deni Zulniyadi








Berita Terkait



Komentar