#alay#gamtirugi#beritalampung

Alay Cicil Uang Pengganti Kerugian Negara Rp1 Miliar 

( kata)
Alay Cicil Uang Pengganti Kerugian Negara Rp1 Miliar 
Alay Cicil Uang Pengganti Kerugian Negara Rp1 Miliar. (Foto:Lampost/Febri Herumanika)

BANDAR LAMPUNG (Lampost.co)--Terpidana kasus korupsi APBD Lampung timur yang sempat buronan lebih dari 5 tahun atas nama Sugiharto Wiharjo alias Alay melakukan pencucian uang pengganti kerugian negara Rp1 milar kepihak Kejati Lampung, Jumat (22/3/2019). Hal ini dilakukan Alay atas bunyi putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 510/K/PID.SUS/2014 tanggal 21 Mei 2014. Alay dijatuhi vonis 18 tahun penjara dan pidana denda sebesar Rp500 juta serta pidana tambahan berupa uang pengganti sebesar Rp106,8 miliar.

Asiaten Pidana Khusus, Andi Suharlis, mengatakan ini hanya awal bahwa dia (Alay) berkomitmen akan membayar UP yang telah ditetapkan MA, "Kita harap kuasa hukum terpidana dapat memenuhinya," ujar mantan Jaksa KPK tersebut.
Pemberian uang tersebut dilakukan melalui kuasa hukum yang ditunjuk oleh Alay sendiri. Menurut Andi, kejaksaan saat ini sudah melakukan pelacakan terhadap aset milik Alay. Keperluannya adalah untuk melakukan pelelangan dan hasil lelang akan dijadikan sebagai poin untuk memenuhi uang pengganti senilai Rp106,8 miliar itu.

Andi menyebutkan, saat ini pihaknya sudah men-trace 16 item yang diduga sebagai aset milik terpidana. Ke-16 item aset ini terdiri dari tanah dan bangunan yang terletak dibeberapa wilayah di Provinsi Lampung.
Dari 16 item ini sedang diklarifikasi lebih lanjut diduga selama ini aset-aset itu dititipkan ke beberapa pihak. Ini yang sedang dipastikan lagi.
Terhadap pihak yang diduga memiliki aset Alay tersebut, tidak menutup kemungkinan dapat terjerat pidana. Karena bisa diduga mereka berniat menyembunyikan aset tersebut. Hanya saja, atas jeratan pidana yang akan dikenakan masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut. "Dalam hal ini masih kita cari tahu seperti apa situasinya. Apakah itu disengaja atau tidak. Tentu ada hukumnya bagi yang mencoba menyembunyikan," katanya.

Febi Herumanika



Berita Terkait



Komentar