#GAJAH#LAMPUNGBARAT

Alat Pendeteksi Pergerakan Gajah Liar di Suoh Kembali Dipasang

( kata)
Alat Pendeteksi Pergerakan Gajah Liar di Suoh Kembali Dipasang
Petugas memasang alat pendeteksi pergerakan gajah kelompok Bunga di Suoh, Sabtu, 25 Desember 2021. (Istimewa)


Liwa (Lampost.co) -- Alat pendeteksi atau GPS collar yang mendeteksi rombongan gajah liar kelompok bunga yang sering turun di wilayah Suoh dan Bandarnegeri Suoh itu akhirnya kembali dipasang. Hal itu dilakukan untuk memudahkan pemantauan gajah liar. 

Pemasangan itu dilaksanakan oleh tim Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) bersama tim terkait terdiri Wildlife Response Unit (WRU), Wildlife Conservation Society (WCS), tim Rhino Protection Unit (RPU) Yabi, dan juga Mahout dari Pemerihan dan dokter hewan disaksikan langsung oleh tim satgas.

Anggota DPRD Lambar yang aktif bergabung dan membantu satgas penanganan konflik gajah dengan manusia di wilayah itu, Sugeng Hari Kinaryo Adi, mengatakan alat pendeteksi pergerakan gajah kelompok bunga itu sudah dipasang kembali, Sabtu, 25 Desember 2021.

Menurut Sugeng, pemasangan itu dilakukan karena alat yang ada pada gajah Bunga sebelumnya terlepas sejak beberapa minggu lalu. Hal itu menyebabkan kesulitan bagi Satgas untuk melakukan pemantauan terhadap keberadaan rombongan gajah tersebut. Apalagi rombongan gajah itu sering mendekati kawasan warga.

Dia juga menjelaskan pemasangan GPS collar pada gajah Bunga itu dilaksanakan petugas dengan cara menembakkan bius pada gajah Bunga dengan dosis setengah sadar. Setelah gajah ditembak dengan bius, gajah-gajah lainnya digiring menjauh dari lokasi pemasangan menggunakan mercon dan tembakan bola api. 

"Alat pendeteksi/GPS collar telah dipasang, saat ini tinggal melakukan upaya penggiringan lagi ke kawasan sambil upaya untuk mempertemukan antara gajah kelompok Bunga dengan kelompok gajah Jambul," kata Sugeng.

Baca juga: Kawanan Gajah Liar yang Sambangi dua Pekon Berhasil Digiring ke TNBBS

Menurutnya, upaya penggiringan untuk mempertemukan kedua kelompok tersebut karena ada dua ekor gajah kelompok Jambul yang bergabung dengan gajah kelompok Bunga. Dua ekor gajah itu bergabung ke kelompok Bunga akibat tertinggal dari kawannya saat dilakukan penghalauan beberapa bulan lalu.

Sugeng juga menjelaskan akibat terpecahnya dua anggota kelompok gajah Jambul itu, kini kelompok gajah Jambul terus turun mendekati lahan warga mencari dua kawannya yang bergabung dengan kelompok Bunga.

Sementara itu, Kepala UPT TNBBS Resort Suoh, Sulki, mengaku setelah dilakukan pemasangan GPS collar ini maka selanjutnya rombongan gajah itu akan digiring kembali ke kawasan Taman Nasional Bukit Barisan bagian Selatan (TNBBS).

"Kalau saat ini posisi kelompok Bunga itu memang masih dalam hutan kawasan. Tapi, hutan lindung dan tempat itu juga merupakan habitatnya. Ke depan, akan digiring lebih jauh lagi," ujar dia.

Terkait penggiringan untuk mempertemukan kedua kelompok gajah itu, pihaknya juga terus mengupayakan. Namun, hal itu membutuhkan waktu apalagi posisi gajah kelompok Jambul dengan kelompok Bunga ini jarak tempuhnya dilihat dari peta GPS mencapai 20 kilometer tarik lurus.

Sugeng menambahkan saat ini tiga ekor gajah rombongan Jambul itu juga turun lagi mendekati lahan marga. 

"Sudah digiring ke kawasan lebat tapi turun lagi. Posisinya saat ini setiap hari memang berada dalam kawasan TNBBS. Tapi bila malam, kawanan gajah itu masuk ke lahan marga," katanya.

 

Wandi Barboy







Berita Terkait



Komentar