#beritalampung#beritalampungterkini#sampah#tpanatar#alatberat

Alat Berat di TPA Natar segera Diperbaiki

( kata)
Alat Berat di TPA Natar segera Diperbaiki
Kondisi penampungan limbah cair yang dihasilkan TPA Natar yang tidak terurus. Lampost.co/Febi Herumanika


Kalianda (Lampost.co) -- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lampung Selatan akan memperbaiki alat berat di tempat pembuangan akhir (TPA) Natar. Alat berat itu sudah lama rusak.

Kabid Sampah Dinas DLH Lamsel Muhrizal mengiyakan alat berat yang rusak akan diperbaiki. "Nanti akan diperbaiki soal alat berat di TPA Natar," ujarnya, Jumat, 14 Oktober 2022.

Dia menambahkan adanya embung rusak akibat limbah cair dari TPA Natar, tim dari dinas telah mengecek ke lokasi. Namun, dia enggan menjelaskan apa hasil dari pengecekan dengan alasan bukan wewenangnya menjelaskan hal tersebut.

Baca juga: Pakar Transportasi Minta Pemerintah Seleksi Kontraktor Jalan Bypass 

"Tim sudah mengecek ke lapangan terkait limbah yang merusak embung. Namun, untuk lebih jelasnya ke kantor dinas saja untuk mendapatkan informasi karena bukan ranah saya untuk menjelaskan takut salah," katanya.

Dia juga menyebutkan bukan wewenangnya menjawab terkait ada anggaran optimalisasi untuk TPA di Natar senilai Rp4 miliar pada 2020. "Bukan wewenang kami untuk mempertanyakan kegiatan ini ke Pemprov Lmapung. Kami belum mengetahui terkait kegiatan itu karena selama ini belum pernah ada konfirmasi ke dinas," ujarnya.

Hasil penelusuran Lampost.co, kondisi alat berat di TPA itu sudah rusak sejak lama namun dibiarkan begitu saja. Untuk mengatur jutaan ton sampah di TPA itu dinas menyewa alat berat dari perusahaan swasta dengan sistem pembayaran dilakukan setiap hari, tapi alat berat yang disewa itu pun terkadang rusak.

Selain alat berat, limbah cair yang ditampung dalam puluhan bak besar yang dihasilkan TPA tanpa ada pengelolaan dan dibiarkan begitu saja. Akibatnya, bau menyengat berdampak pada kesehatan warga sekitar. Selain itu, limbah cair yang tanpa dikelola itu juga mengalir ke lahan pertanian dan embung ratusan juta milik pemda itu rusak tidak berfungsi.

Muharram Candra Lugina








Berita Terkait



Komentar