#pasar#pedagang

Alasan Pedagang Tolak Konsep Baru Sentra Kuliner Nuwo Intan

( kata)
Alasan Pedagang Tolak Konsep Baru Sentra Kuliner Nuwo Intan
Sentra Kuliner Nuwo Intan yang berada di Jalan AH Nasution, Kelurahan Imopuro, Kecamatan Metro Pusat. Dok. Lampost.co


Metro (Lampost.co) -- Polemik kepengurusan paguyuban pedagang Nuwo Intan yang menuai permalasahan kini semakin meruncing.

Sebelumnya, tiga pedagang dari 13 pedagang di Sentra Kuliner Nuwo Intan yang berada di Jalan AH Nasution, Kelurahan Imopuro, Kecamatan Metro Pusat tersebut mempertanyakan legalitas kepengurusan paguyuban serta menolak adanya perubahan sketsa atau konsep.

Data yang dihimpun Lampung Post, Sri Sundari selaku Ketua Paguyuban dan Prayudi M Soleh sebagai pembina akan meramaikan dengan konsep baru. Namun tiga pedagang lama menolak akan diterapkannya konsep tersebut.

"Beberapa konsep itu memberatkan kami, ada bahasa dikonsep baru tidak lagi menggunakan gerobak lagi dan banyak wacana lain yang kita enggak tahu," ujar Evi Dariani pedagang ketoprak di Nuwo Intan.

Kemudian, Subhan pemilik kedai Linda mengaku tak menghiraukan akan dibentuknya konsep yang sedang di garap oleh pengurus paguyuban.

"Kami nggak mau ikut aturan itu. Sebenarnya kami bodo amat, mau bicara apa teknisnya kami nggak mau ikut karena kami paham sama bentuknya seperti apa. Kalau mereka bicara konsep saya juga punya konsep, saya bisa ajak teman-teman saya membentuk itu," ungkapnya.

Saat ditanya soal iuran bulanan mengenai pembayaran jasa keamanan di Nuwo Intan yang disepakati 10 pedagang lain Subhan dan Evi pun mengaku pernah membayar. Namun hanya beberapa kali.

"Untuk tarikan biaya keamanan tadi keberatannya begini kayak saya ini barang-barang saya bawa pulang semua. Kalau yang baru-baru ini seperti kulkas Magicom itu ditinggal semua, jadi wajar mereka bayar. Jangan minta kami untuk bayar juga karena akan kami bawa pulang kalau kayak mereka wajar mereka bayar keamanan," ujar Evi.

"Saya pernah ngasih dua kali pertama Rp 150 ribu kedua Rp 100 ribu. Kalau kedai Linda pernah ngasih sekali," lanjutnya.

Diwaktu akhir, Subhan mengungkap jika ingin permasalahan ini selesai maka biarkanlah tiga pedagang ini untuk memiliki dua lapak sekaligus. Karena itu yang menjadi solusi.

"Kami minta tiga pedagang ini masing-masing dua lapak. Untuk lainnya terserah pengurus mau bagaimana endingnya, biar tidak ada keributan. Tolong pak Leo biarkan kami berdiri masing-masing, jika mereka (pengurus) merasa berkuasa kamu juga bisa," pungkasnya.

Diketahui, kepengurusan paguyuban yang diketuai oleh Sri Sundari tersebut merupakan petunjuk langsung dari Kepala Dinas Perdagangan Kota Metro. Namun, tidak ada SK ataupun legalitas tertulis.

Kemudian, kepengurusan paguyuban pun akan meramaikan Sentra Kuliner Nuwo Intan dengan konsep baru yang menggunakan dana pribadi bertujuan untuk mempercantik tampilan agar dapat menjadi daya tarik masyarakat.

Winarko







Berita Terkait



Komentar